Agendaartikel santriUncategorized

Upacara Hari Santri Nasional Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda 2026

Benda, Al Hikmah 2 — Terik matahari tak menyurutkan semangat para santri dalam memperingati Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda. Sejak pagi, para santri tampak bersiap mengikuti upacara dengan membawa berbagai “alat tempur” andalan untuk menghadapi panasnya cuaca, mulai dari kipas tangan, sarung yang digunakan untuk melindungi diri, payung, hingga potongan kardus yang telah dibentuk sedemikian rupa agar bisa menjadi pelindung dari sengatan matahari.

Upacara dimulai pukul 08.30 WIB di lapangan Tsania PonPes Al Hikmah 2 dan diikuti oleh santri dari berbagai lembaga pendidikan di lingkungan Al Hikmah 2 Benda, mulai dari TK, MI, MTs, SMP, SMA, MA, SMK, MMA, STAI Al Hikmah 2, AKPER, Ma’had Aly, hingga Program Tahfidzul Qur’an. Selain para santri, kegiatan ini juga dihadiri oleh para dewan guru serta segenap dzuriyyah Pondok Pesantren Al Hikmah 2.

Selaku inspektur upacara, KH. Itmamuddin Masruri memimpin jalannya kegiatan dengan khidmat. Sementara itu, pasukan pengibar bendera (Paskibra) Al Hikmah 2 turut menjalankan tugasnya dalam mengiringi jalannya upacara.

Rangkaian acara berlanjut dengan pembacaan amanat pembina upacara. Setelah itu, menyanyikan lagu Yalal Wathon dan Mars Al Hikmah 2 yang dipimpin oleh paduan suara Al Hikmah 2. Selanjutnya, pembacaan Resolusi Jihad yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Santri yang dipimpin langsung oleh inspektur upacara dan diikuti oleh seluruh peserta upacara. Momen ini menjadi pengingat akan tanggung jawab santri untuk menjaga nilai-nilai keislaman, semangat kebangsaan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Setelah pembacaan doa, acara dilanjutkan dengan pengumuman santri teladan dari tingkat SLTP dan SLTA, baik putra maupun putri. Pemberian apresiasi ini menjadi bentuk penghargaan bagi para santri yang menunjukkan keteladanan dan semangat dalam menjalani kehidupan di lingkungan pendidikan dan pesantren.

Salah satu santri yang terpilih sebagai santri teladan mengaku tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan tersebut. Baginya, menjadi santri bukan sekadar menjalani kewajiban, melainkan juga tentang bagaimana membangun prinsip dan kedisiplinan dalam diri.

“Awalnya, saya benar-benar tidak menyangka bisa terpilih menjadi santri teladan. Sejak awal, saya sudah memiliki prinsip untuk menjalani kehidupan sebagai santri dengan sebaik-baiknya, salah satunya dengan membiasakan diri melaksanakan salat lima waktu secara berjamaah di masjid,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan bahwa waktu selama berada di pondok harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar tidak menimbulkan penyesalan di kemudian hari. Menurutnya, kedisiplinan dan kebiasaan untuk tidak menunda-nunda pekerjaan merupakan hal penting yang harus ditanamkan oleh setiap santri.

“Waktu itu ibarat pedang. Kalau kita tidak memanfaatkannya dengan baik, justru kita sendiri yang akan merugi. Karena itu, saya berusaha memanfaatkan waktu selama di pondok sebaik mungkin agar kelak tidak menyesal ketika sudah keluar dari pondok,” tambahnya.

Suasana kemudian beralih menjadi lebih hangat dengan ucapan selamat ulang tahun kepada KH. Nasyar Alamuddin Masruri. Momen tersebut menambah kesan istimewa dalam peringatan Hari Santri di Al Hikmah 2 Benda.

Kemudian, para peserta disuguhkan penampilan tari kreasi Islami serta lagu Ayo Mondok dan Hari Santri yang dibawakan oleh paduan suara Al Hikmah 2 Benda. Sebagai penutup, penampilan marching band dari MI Tamrinussibyan Al Hikmah 2 Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dokumentasi bersama para dzuriyah Pondok Pesantren Al Hikmah 2, sebagai bentuk kenang-kenangan atas terselenggaranya peringatan Hari Santri.

Oleh: Indi Shofwatul Imaroh

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button