Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 Gelar Kelas Kepenulisan bagi Santri

Benda, 25 September 2026 – Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 mengadakan kegiatan kelas kepenulisan untuk para santri. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu para santri yang mempunyai minat dalam menulis agar bisa mengembangkan kemampuan mereka.
Pertemuan pertama kelas kepenulisan dilaksanakan pada Jumat (25/9) di Kantor Yayasan Pondok Pesantren Al-Hikmah 2. Kegiatan ini diikuti sekitar 20 santri dari berbagai jenjang pendidikan. Peserta terdiri dari 5 santri putra dan 15 santri putri.
Para santri terlihat cukup antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendengarkan materi yang diberikan dan juga ikut berdiskusi selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan ini diadakan karena banyak santri Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 yang mempunyai minat dan bakat dalam menulis. Oleh karena itu, pengurus bersama Dzuriyah Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 membuat kelas kepenulisan agar para santri mempunyai tempat untuk belajar dan mengembangkan kemampuan mereka.
Pada pertemuan pertama, materi kepenulisan disampaikan oleh tiga narasumber dari Dzuriyah Pondok Pesantren Al-Hikmah 2, yaitu Ning Hana, Ning Nida, dan Ning Hanan.
Materi yang diberikan cukup banyak, mulai dari pengertian menulis, perbedaan tulisan fiksi dan nonfiksi, penggunaan makna dalam tulisan, gaya bahasa, sampai pengenalan tentang tulisan fiksi.
Dalam kegiatan tersebut dijelaskan bahwa menulis bukan hanya tentang menyusun kata-kata. Menulis juga bisa menjadi salah satu cara untuk menyampaikan ide, pengalaman, dan perasaan kepada orang lain. Selain itu, kemampuan menulis juga bisa berguna untuk pendidikan dan pekerjaan di masa depan.
Para santri juga belajar tentang tulisan fiksi dan nonfiksi. Tulisan fiksi merupakan tulisan yang menggunakan imajinasi, seperti cerpen dan novel. Sedangkan tulisan nonfiksi merupakan tulisan yang berdasarkan fakta atau kenyataan, seperti berita, artikel, dan opini.
Selain itu, para peserta juga belajar tentang penggunaan kata dan gaya bahasa. Dalam menulis, pemilihan kata juga penting karena harus disesuaikan dengan pembaca. Dengan memilih kata yang tepat, tulisan akan lebih mudah dipahami.
Setelah itu, para santri mulai dikenalkan dengan beberapa unsur yang ada dalam cerita fiksi. Unsur tersebut antara lain tokoh, alur, konflik, latar, dan sudut pandang. Materi ini diberikan sebagai dasar bagi santri yang ingin belajar menulis cerita pendek atau tulisan fiksi lainnya.
Kegiatan berlangsung dengan santai. Para santri tidak hanya mendengarkan materi dari narasumber, tetapi juga bisa bertanya dan menyampaikan pendapat. Dengan adanya diskusi tersebut, suasana kegiatan menjadi lebih aktif.
Salah satu santri merasa senang bisa mengikuti kegiatan kelas kepenulisan ini. Ia berharap dengan adanya kegiatan tersebut, kemampuan menulisnya bisa menjadi lebih baik dan nantinya bisa menghasilkan tulisan yang bisa dibaca dan dinikmati oleh banyak orang.
Pengurus dan Dzuriyah Pondok Pesantren Al-Hikmah 2 berharap kegiatan ini bisa menjadi awal bagi para santri untuk lebih menyukai dunia literasi. Para santri tidak hanya diharapkan suka membaca, tetapi juga bisa membuat tulisan yang bermanfaat bagi orang lain.
Kelas kepenulisan ini rencananya akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya. Para santri nantinya akan mendapatkan materi dan latihan menulis lebih banyak. Mereka akan belajar menulis cerita, opini, dan juga belajar memperbaiki tulisan yang sudah dibuat.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak santri yang berani menulis dan menyampaikan ide mereka. Menulis juga diharapkan tidak hanya menjadi hobi, tetapi bisa menjadi salah satu cara bagi para santri untuk berkarya dan menyampaikan hal-hal yang positif kepada masyarakat.
Oleh: Millatul Husna Mulidia



