Tidak Hanya Mengaji, Ini Kegiatan yang Para Santri Putri Al-Hikmah 2 Lakukan!

Halo Sobat!
Kalian bertanya-tanya ga sih, kira-kira yang dilakukan para santri ngapain aja? Karena yang dilihat, santri cuman ngaji, belajar kitab, dzikir, ibadah dan lain-lainnya tentang agama islam, sama sekali ga ada berkesinambungan tentang dunia luar. Sampai-sampai dunia luar kerap kali menganggap bahwa pondok itu merupakan tempat yang kaku nan kuno, padahal semua opini itu belum tentu benar, kok bisa mimin bilang gitu? Hehe… makanya, simak terus tulisannya!
Pada tanggal 5 Oktober 2026, dengan lokasi masjid An-Nur (masjid pusat Al-Hikmah 2) tepatnya pada malam setelah selesainya istighotsah, disitulah para pengurus mulai bergerak, saling membantu untuk mengkoordinir para santri putri. Oh.. rupanya malam itu, Al-Hikmah 2 kedatangan sekaligus kehadiran tamu dari luar! Yang mana dengan berbaik hati, mereka membagikan ilmu yang punya selama ini, bisa tebak apa acaranya?
Seminar Kesehatan Bagi Wanita
Acara dimulai sekitaran jam 20:15 selepas semua pengurus usai mengkoordinir santri. Narasumber berasal dari Surabaya. Sepanjang berjalannya acara, semua santri terlihat begitu menyimak dengan semua materi yang dibawakan oleh beliau, bagaimana tidak? Berkat gaya penyampaian yang begitu khas jawa timurnya dan skill public speaking yang terlampau mahir, mudah saja semua santri menyimaknya.
Inilah yang membuatnya istimewa, jika biasanya pesantren mengandalkan gaya bahasa seagama mungkin, berbeda dengan ibu ini yang serius membawa kita mengarungi dunia luar, terutama mengenai kesehatan bagi para perempuan diluar sana soal alat reproduksi wanita yang merupakan kunci keistimewaannya perempuan.
Di seminar kali ini, beliau memberikan banyak nasihat kepada santri putri. Suatu waktu beliau bertanya kepada kita “mengapa perempuan zaman sekarang rentan terkena penyakit reproduksi dibanding perempuan zaman dahulu”, semua hening tak menjawab. Beliau kembali berbicara, bahwa yang membuat faktor point tersebut adalah: Pembalut yang dipakai oleh wanita bisa saja tidak aman, kurangnya menjaga kebersihan badan, meningkatnya stress yang dialami banyak wanita
Itulah beberapa faktor yang disebutkan oleh beliau dalam seminar atau sosialisasi yang beliau sampaikan. Beliau juga menaruh perhatian sangat kepada pembalut yang kerap para wanita pakai, beliau berkata dengan jujur bahwa semua pembalut yang dipakai oleh wanita adalah bekas terurainya limbah sampah di sungai atau dimanapun, walau sudah teruji aman dipakai, tetapi tetap saja, banyak wanita yang meremehkan hingga lupa menggantinya berjam-jam jika belum ada tandanya ‘penuh’, beliau mengingatkan bahwa ideal nya mengganti pembalut adalah sekitar 2-4 jam pemakaian.
Acara pun berlangsung dengan lancar dengan beberapa kengerian dari penyakit-penyakit yang pernah beliau lihat secara langsung. Dengan hal ini, semakin menyadarkan para santri terkhususnya putri untuk selalu menjaga kebersihan fisik tidak hanya hati atau batin yang terus menerus dibersihkan dengan berbagai ibadah bagai penunjang tiket surga, tetapi juga menjaga fisik kita, badan kita, yang merupakan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT.
Sudah sepatutnya kita sebagai manusia menjga karunia ini, tidak hanya perempuan tetapi juga para lelaki, karena di hadapan Allah, semua makhluknya Ia pandang sama rata, sama bulu.
Jadi, gimana nih sobat? Masih percaya kalau pondok ga ada serta merta soal dunia luar? Ya.. setidaknya setelah kalian membaca artikel ini, kalian bisa semakin yakin dengan pondok pesantren kita ini, yakni Pondok Pesantren Al-Hikmah 2. Dan semoga, kita sebagai individu manusia bisa saling menjaga apa yang telah Allah karuniakan pada kita makhluk-Nya.
Oleh: Hinata Faizaturrohmah
Editor: Sofia Khaira Nisa


