Uncategorized

MENINGKATKAN POTENSI SANTRI DENGAN MUHADHOROH

Muhadhoroh berasal dari bahasa Arab yang berarti ceramah atau kuliah. Secara umum, Muhadhoroh kerap kita kenal sebagai acara yang berisi penampilan-penampilan baik secara formal maupun non-formal. Biasanya terdiri dari MC (Master Of Ceremony), sambutan-sambutan, pembacaan Al-Quran, pidato, juga penampilan menarik lainnya.

Untuk meningkatkan potensi santri di Pondok Al-Hikmah 2, Muhadhoroh diadakan pada malam selasa setelah istighotsah. Dengan harapan para santri bisa meningkatkan rasa percaya dirinya dengan tampil di hadapan teman-temannya.

Ada empat Rohmani (Robithah Ma’ahid Al-Hikmah Tsani) yang tampil pada malam selasa ini. Salah satunya Rohmani Jawa Barat dan bertempat di aula komplek Ummu Sullaim Bawah. Mereka mengenakan hijab abu-abu agar terlihat kompak. Dengan peralatan yang seadanya tidak membuat para santri kehilangan kreatifitas mereka. Mereka menggunakan papan tulis sebagai latar belakang dengan hiasan tirai dari hijab yang diikat menggunakan penjepit rambut dan ditempeli balon berwarna emas. Acara Muhadhoroh mereka dimulai dengam pembacaan Al-Quran kemudian disambung dengan pidato menggunakan dua bahasa; Arab dan Sunda. Secara, karena mereka berasal dari wilayah Sunda, Muhadhorohnya pun banyak menggunakan bahasa Sunda. Mereka juga menampilkan story telling dengan bahasa Inggris dan Indonesia. Kemudian ditutup dengan penampilan menyanyi yang disambut gegap gempita.

Penampilan yang tak kalah meriah juga datang dari Rohmani Banyumas Raya. Penampilan mereka diadakan di depan masjid An-Nur dengan mengenakan hijab berwsrna putih gading agar terlihat seragam. Setelah sambutan dari ketua, mereka menutup acara itu dengan bershalawat dan doa bersama. Berkebalikan dengan tadi, Rohmani Jabodetabek mengenakan hijab berwarna abu-abu. Muhadhoroh mereka dilakukan di samping masjid dan terlihat khusyuk. Karena dilaksanakan di tempat terbuka, suasana jadi terasa sangat tenang.

Penampilan yang tampak paling meriah datang dari Rohmani Tegal yang diadakan di aula SMP. Dengan pengeras suara yang membuat acara semakin ceria, acara yang ditawarkan mereka juga menarik seperti Taqdimul Qishoh atau bercerita menggunakan bahasa Arab. Panitia mereka juga mengenakan seragam batik berwarna biru yang membuat mereka tampak lebih kompak, ditambah makanan yang disediakan mereka. Acara lalu ditutup dengan bernyanyi bersama yang disambut ramai dari para santri.

Dari Muhdhoroh ini, para santri akan diajarkan bagaimana berbicara di depan umum dengan berani, juga mengembangkan bakat mereka yang seharusnya dikembangkan dengan baik. Harapannya, Muhadhoroh ini bisa menjadi wadah bagi potensi para santri yang ada di pondok pesantren Al-Hikmah 2.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button