AgendaBeritaHeadlineKegiatanUncategorized

Sosialisasi Tentang Maraknya Permasalahan NU di Medsos

AlHikmahduaNet-NU menganut paham Ahlussunah waljama’ah , Yaitu golongan orang yang mengikuti jejaknya Rasulullah SAW dengan dasar Al-Qur’an Hadist. Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926 dan bergerak di bidang keagamaan, pendidikansosial, dan ekonomi. Saat ini banyak sekali permasalahan-permasalahan yang terjadi di medsos, dibawah ini merupakan beberapa pembahasan atas permasalahan yang disosialisasikan oleh beberapa pihak berwenang.

Minggu 26 September 2021 YPPP-ALHIKMAH2 kedatangan tamu dari MAN 3 BAHRUL ULUM JOMBANG JAWA TIMUR, Tujuannya selain untuk silaturrahmi yaitu ingin mengadakan sosialisasi tentang ke-NU an. Seluruh santri putra dan santri putri baik tingkat SLTP, SLTA maupun santri mahasiswa dikumpulkan di masjid An-Nur pada pukul 13.00-15.00 WIB.

Kegiatan sosialisasi ini dibuka oleh Guz Imad yang ngendiko bahwa diadakannya sosialisasi ini sangat penting sekali terutama bagi kelas akhir agar tidak terombang-ambing saat berada ditengah masyarakat nanti dan agar seluruh santri dapat berkhidmat, dan semoga dapat menerapkannya dimasyarakat.

AGUS SALIM, beliau mengisi sosialisasi ini dengan sesi tanya jawab langsung. Ada 4 pertanyaan yang diberikan kepada santri . Pertanyaan pertama, jika saat kita berada dimasyarakat nanti atau sudah lulus lalu ditanya oleh seseorang, anda lebih memilih Al-Qur’an atau pancasila? beliau berkata jika ada seseorang yang menanyakan hal seperti ini kita tinggal jawab Anda Bodoh, kenapa? karena anda membandingkan yang salah atau membandingkan yang tidak sederajat, tidak selevel.

Pertanyaan Ke-2 yaitu lebih baik mana antara IR.JOKOWI dengan NABI.MUHAMMAD SAW? jika ada yang menanyakan hal seperti ini kita cukup menjawab seperti pertanyaan pertama, atau kita menghiraukannya saja karena pertanyaan semacam ini menghasut kita agar tidak mentaati pemerintah, agar memberontak kepada negara, buktinya para kyai dan ulama dari zaman dahulu tidak ada yang menentang pemerintah.

Pertanyaan Ke-3 yaitu tentang mempertanyakan imam syafi’i yang katanya semua hadist nya dhoif semua, dan hadist yang shohih itu imam bukhori. Ini beredar di Instagram dan facebook, beliau ngendiko kita itu mengikuti madhab imam syafi’i dan jika kita ditanya hal semacam itu kita hanya menjawab kita lihat sejarah bahwa imam syafi’i lah yang lahir terlebih dahulu dibanding imam bukhori. nama asli imam bukhori yaitu Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari as-Syafi’i yang berarti imam bukhori juga pernah berguru pada imam syafi’i. Pertanyaan semacam ini untuk menyerang orang-orang yang kurang pengalaman dan pendidikan serta menghilangkan keesaannya imam syafi’i.

Pertanyaan Ke-4 yaitu tentang ajaran tasawuf itu bukan dari agama islam atau sesat. jika kita ditanyakan hal semacam ini beliau menerangkan bahwa hal semacam puasa, dzikir, wirid itu merupakan ajaran tasawuf, dan itu bukan ajaran sesat, buktinya pahlawan-pahlawan indonesia seperti BUNG HATTA, IR SOEKARNO itu di didik oleh ahli tasawuf. jika ada yang mengatakan orang yang sudah meninggal kok di thalil kan emang nya bisa mendengar? kita cukup menjawab, menurut kita mereka bisa mendengar, dan kalau mau bukti coba kamu meninggal lalu di tahlilkan oleh kita jika kamu bisa mendengar berarti benar. Maka dari itu pertanyaan semacam ini akan menjadikan tidak kenal nasionalisme bahkan bendera sendiri itu ajaran rasulullah yang mencintai tanah kelahirannya.

Jadi, kita bisa ambil kesimpulannya, jika suatu saat nanti kita ditanya oleh beberapa pihak yang kita tidak ketahui seputar pertanyan diatas lebih baik dihiraukan atau kita cukup menjawab pertanyaan tersebut seperti pembahasan diatas. Dan jika ada berita-berita seputar masalah di atas lebih baik kita jangan termakan berita tersebut, kita telusuri dahulu berita tersebut atau tanyakan pada orang yang lebih tahu tentang hal tersebut.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button