Uncategorized

Puisi Narasi ala Santri: Berhati-hatilah dengan Hati!

oleh: bintu nahl

Jangan biarkan dirimu berlama-lama dalam kesedihan, 
karena dia akan larut dalam kekosongan.
Jangan habiskan waktumu hanya untuk menghiraukan lalu lalang kalam orang!
karena dengan menanggapinya sama saja kau hanya menambah beban.
Tataplah masa depan! Ingat, kaulah sang harapan!

Benar kata Imam Syafi'i, "Hatimu adalah rajamu,"
Ketika raja yang menjadi seorang pimpinan itu goyah,
maka rakyat dan pemerintahannya pun akan hancur tanpa arah.

Sakit yang ku alami ini,
lebih mematikan dari segala penyakit.
Penyakit ini dapat membunuh tanpa scarbit yang memborat-barit,
Namun, dapat meninggalkan bekas-bekas goresan,
yang sulit terhapuskan.

Penyakit ini telah merenggut banyak nyawa orang-orang yang kusayangi.
Seolah-olah masa depan tak lagi abadi,
harapan telah mati,
hingga tak ada lagi yang dapat kuyakini.

Bukan sebab virus, bukan pula sebab bakteri,
melainkan hanya karena hal-hal kecil yang tak pernah kita sadari,
membuatnya makin menjadi-jadi,
bak kobaran api, yang sedang melahap gedung-gedung para petinggi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button