Home / Khazanah / Tak Selamanya Orang Baik Mesti Terlihat Baik

Tak Selamanya Orang Baik Mesti Terlihat Baik

12540792_1553726108251303_1290283399652608545_n

 

Ada suatu kisa tentang Abu Yazid Al Mustami, beliau adalah seorang yang rajin bermunajat kepada Allah karna keinginannya yang ingin masuk surga.

Suatu malam ketika beliau selesai berthajud, berdzikir, dan bermunajat Abu Yazid tertidur dan bermimpi seakan akan dia berada di tengah surga, dan ketika beliau bermimpi di surga Abu Yazid melihat ada bangunan yang megah dan indah lalu Abu Yazid dalam hatinya berbisik “ini mungkin kediaman Rasulullah, semoga kelak ketika aku berada di surga aku menjadi tetangga beliau di surga.” tidak habis bisikan Abu Yazid kemudian terdengar suara “ wahai Abu Yazid jika kau ingin tau siapa tetanggamu di surga kelak, datanglah ke sebuah kota lalu jalanlah ke utara setelah kau sampai ke ujung kota lalu berjalanlah di ujung gang dan disana ada rumah yang di depannya ada pohon kurma, itulah tetanggamu nanti di surga.” lalu Abu Yazid terjaga dan bangun dari tidurnya dan penasran lalu Abu Yazid mencari alamat yang tersebut dalam mimpi tadi.

Ketik Abu Yazid mencari alamat tersebut dan sampai disana lantas Abu Yazid bertanya kepada penduduk sekitar “wahai sodara siapakah penghuni rumah di ujung gang itu?” lalu di jawab “oh.. saya tau, kenapa anda mencarinya?” lalu Abu Yazid berkata “dia adalah sahabatku saya ingin bertemu dengannya.” Lalu dijawab oleh penduduk dengan rasa tidak yakin “saya tidak habis pikir kenapa anda ingin bertemu dengan dia, dia adalah orang fasek yang kerjanya hanya minu minuman keras dan anda saya liat adalah orang yang saleh apakah anda ga salah mencari sahabat?” lalu Abu Yazid berfikir dalam hati “apa benar dia adalah tetanggaku di surga atau ini cuma bisikan setan.” lalu Abu Yazid mengurungkan niatnya dan kembali, ketika di tengah jalan Abu Yazid mendengar suara yang pernah terdengar di mimpinya “Abu Yazid dia adalah tetanggamu datangilah?” dengan sedikit kebimbangan lalu Abu Yazid kembali ke rumah itu.

Ketika hendak mengetuk pintu Abu Yazid kaget ternyata di dalam rumah itu tengah ada pesta dan ada sekitar 40 orang yang tengah bermabuk mabkan, lalu Abu Yazid berkata dalam hatinya “masya Allah… bukan bukan ini tempatnya” lalu Abu Yaid berniat untuk kembali, lalu ada seorng yang memanggil “hai Abu Yazid kenapa engkau tidak masuk bukankah engku datang jauh jauh karna hanya ingin mencari aku, bukankah engkau ingin mencari tetanggamu di surga?” mendengar ucapan itu Abu Yazid kaget, beliau tak habis pikir bagaimana dia tau maksud kedatangannya padahal beliau belum menyampaikan apa maksud kedatangannya lalu ditanya Abu Yazid “kenapa engkau begitu cepat meninggalkan rumah ini tanpa salam, tanpa perjumpaan, dan tampa tausiah sedikitpun?” Abu Yazid terdiam dan lelaki itu berkata lagi “sudahlah jangan berpikir lebih lama, seseorang yang menyuruhmu datang kemari telah memberitaukan kedatanganmu, masuklah kerumah.”

Dengan sedikit ragu akhirnya Abu Yazid masuk ke rumah itu dan duduk ditengah orang yang sedang bermabuk mabukan. Lalu laki laki tadi berkata kepada Abu Yazid “hai Abu Yazid kalo kau ingin masuk surga jangan pengen enaknya sendiri janganlah engkau egois itu bukanlah sifat yang mulia bagi seorang lelaki yang ahli bermunaab seperti engkau. Ketahuilah dulu di rumah ini ada 80 orng yang fasek, orang orang yang kerjanya Cuma mabuk mabukan seperti yang kau lihat hari ini. Kemudian aku coba masuk ke rumah ini dan aku temani tiap malam, pelan pelan aku beri pencerahan aku beri tausiyah dan alhamdulillah sudah ada 40 orang yang taubat dan sekarang menjadi ahli masjid. Nah inilah tugas engkau Abu Yazid sadarkanlah 40 orang lagi agar kelak menjadi tetanggamu di surga nanti.” Bagai disambar petir hati Abu Yazid akhirnya hatinya terpanggil mengiikuti jejak orang itu untuk bertekat menyadarkan 40 orang fasek dan akan membawanya untuk menjadi tetangga tetangganya di surga kelak.

Ini adalah suatu contoh yang nyata pada zaman dahulu yang bisa diambil hikmahnya. Seseorang yang dilihat buruk ahlaknya belum tentu dia akan buruk namun berhati hatilah orang yang buruk sifatnya bisa jadi suatu saat ia akan memiliki sifat yang mulia.

About litbang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *