Home / Khazanah / Istilah Majusi Dalam Al Qur’an
thuredited2pr6

Istilah Majusi Dalam Al Qur’an

Kata majusi  hanya disebut sekali saja dalam al-qur’an, yaitu pada surat al-hajj ayat 17, “sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang yahudi, orang-orang shaabi-iin, orang-orang nasrani, orang-orang majusi dan orang-orang musryik, Allah akan memberi keputusan kepada mereka pada hari kiamat.sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu”.

Majusi adalah salah satu nama yang diberikan kepada agama Persia kuno, yakni agama yang dianut oleh umumnya bangsa Persia sebelum tanah Persia ditaklukanoleh islam pada tahun 641 M.majusi adalah agama lama yang memandang api sebagai unsur yang mulia dan suci.karenanya pemeluk agama majusi memuja api sebagai lambang tuhan.nabinya bernama Zardusht yang hidup kira-kira enam abad SM.

Agama majusi lahir di Persia kuno pada tahun 5000 SM.dalam bahasa Persia kuno, pendeta agama majusi disebut magu.kata magu ini menjadi majus dalam bahasa arab, dan dengan demikian agama yang diajarkan oleh para pendeta Persia itudisebut majusiyah, yang selanjutnya disingkat menjadi majusi.nama lain bagi agama Persia kuno itu adalah mazdaisme yang berarti agama yang mengajarkan penyembahan kepada ahura mazda(tuhan mazda), dan juga zoroasterianisme atau agama Zoroaster, yakni agama yang diajarkan oleh Zoroaster(lahir di Azerbaijan sekitar 660 SM dan wafat di Bactra sekitar 583 SM).

Pada mulanya agama majusi mengajarkan penyembahan kepada banyak dewa(politeisme).kemudian muncul Zoroaster, yang mengaku mendapat tugas dari ahura mazda untuk membersihkan agama itu dari pemujaan terhadap dewa-dewa dan unsure-unsur alam, serta untuk membangun moral ,masyarakat supaya berjuang menegakkan kebaikan dan menentang kejahatan.sejak itu agama yang sudah diperbaharui oleh Zoroaster tersebut menjadi anutan umum bangsa Persia, sampai tanah Persia ditaklukan oleh umat islam pada 641.sejak penaklukan islam.sisa-sisa penganut majusi sebagian bermigrasi ke Bombay dan sebagian masih dapat dijumpai di beberapa tempat di Persia(iran).

Nama lain bagi agama Persia itu adalah agama Zoroaster.zoroasterianisme, Karena setelah berhasilnya pembaharuan yang dilakukan oleh Zoroaster para majus generasi demi generasi tetap mendakwahkan bahwa agama yang mereka ajarkan tidak lain dari apa yang diajarkan oleh oroaster.agama Persia kuno itu juga disebut madaisme, yang mengandung arti bahwa agama itu mengajarkan penyembahan tuhan mazda(ahura mazda).tokoh terpenting dalam agama maujsi itu memang Zoroaster.umumnya para ahliberpendapat bahwa ia lahir kira-kira tahun 660 SM di Azerbaijan dan wafat lebih kurang pada tahun 583SM di balkh.tampaknya agam amjusi sebelum lahirnya Zoroaster itu, mengajarkan penyembahan kepada banyak dewa.paham politeisme itulah antara lain yang dibuang oleh Zoroaster dari agama majusi.

Disebutkan dalam kitab yasna 44:9 bahwa Zoroaster mengaku beroleh kewajiban dari ahura mazda untuk memberishkan agama dari pemujaan dewa-dewa beserta unsure-unsur yang dapat diraba dengan pancaindra.pembaharuan Zoroaster selain untuk mengikis bahan politeisme, juga ditujukan untuk membangun moral masyarakat supaya berjuang menegakkan kebaikan dan menentang kejahatan, agar mereka kelak di hari akhirat hidup berbahagia.pembaharuan agama yang dilakukan oleh Zoroaster mendapat samabutan baik dari dinasti hakkam(achaemenids), yang berkuasa di Persia sejak tahun 600 SM.agama Zoroaster atau dengan kata lain agama majusi yang sudah diperbaharui oleh Zoroaster, menjadi anutan umumnya bangsa Persia dan dinasti hakkam itu dihancurkan oleh raja Alexander agung, dari makedonia.

Pada tahun 331 SM, terjadilah proses hellenisasi di Persia selama beberapa abad, yang membawa kepada kemunduran agama majusi.umumnya bangsa Persia kembali terjerumus kepada penyembahan dewa-dewa.agama majusi bangkit lagi menjadi kuat sejak dinasti sasan(sasanids)Di  tanah persia pada tahun 226 M, karena secara resmi dianut oleh dinansti tersebutdan dengan demikian menjadi anutan pula bagi umumnya bangsa Persia.demikianlah halnya agama majusi sampai dinasti sasan itu dihancurkan pada tahun 641 M, dan tanah Persia jatuh ketangan islam.agama majusi ditinggalkan oleh umumnya bangsa Persia , karena mereka berubah menjadi penganut islam.agama m,ajusi masih terpelihara di tangan sejumlah kecil bangsa Persia yang sebagian beremigrasi ke Bombay.dewasa ini agama majusi yang mereka anut lebih dikenal dengan nama pesiisme.sedangkan sebagian lagi dewasa ini masih dapat dijumpai di beberapa tempat di Persia dan mereka lebih dikenal dengan sebutan gabar(orang kafir).

Kitab suci agama majusi bernama avesta, yang mengandung arti bacaan dan pengetahuan.kitab suci itu dulunya terdiri dari 21 buah kitab.konon pada waktu ibukota Persia, persipolis, dihancurkan oleh pasukan Alexander yang agung  dari makedonia pada tahun 331 SM, satu diantara dua naskah avesta, yang tersedia ikut hancur, sedang satu naskah lagi dikirim Alexander agung ke Athena.nasib naskah itu selanjutnya tidak diketahui lagi.usaha untuk megumpulkan kembali catatan-catatan yang berisi avesta, yang dilakukan pada bagian kedua abad pertama masehi, setelah diperintahkan oleh raja vologese I (51-77 M) dari dinasti arsacids, yang berkuasa di Persia .bagian  dari avesta yang berhasil agak lengkap dihimpun pada waktu itu adalah vendidad, kitab ke 19 dari 21 kitab yang terkandung dalam avesta.pada waktu ardasyir I (dari dinasti sasan) berkuasa dari 226 sampai 240 M.ia memerintahkan supaya para majusi berusaha menyusun kembali kitab suci avesta dari catatan-catatan yang masih tersedia.

Pada penyusunan itu dirumuskan fasal-fasal dan ayat-ayat baru untuk mengisi bagian-bagian yang dianggap hilang.dengan demikian berhasil tersusun kitab suci avesta, yang terdiri dari lima buah kitab, dalam bahasa pahlevi tua, yang sudah berbeda dari bahasa sebelumnya (bahsa Persia kuno) kitab itu adalah:

(1). Kitab yasna, yang berisi himpunan nyanyian pujaan (hymne) untuk keperluan kebaktian.bagian pengantarnya (pasal 1-27) berbicara tentang minuman suci, yang disebut hooma.ia juga terdapat pengakuan keimanan dalam pasal 12.bagian berikutnya (pasal 28-54) disebut gatha, yang natara lain berisi wahyu terpanjang kepada Zoroaster.bagian yang terakhir (pasal 55- 72) disebut apero yasno, yang berisi nyanyian pujaan kepada ahuras, yakni kodrat0kodrat gaib yang berpihak pada ahura mazda.

(2). Kitab vispered (berarti kodrat-kodrat terkemuka), berisi pembahasan kodrat-kodrat gaib yang terpandang paling terkemuka dan yang semuanya itu tubduk kepada kodrat tuhan maha bijaksana (ahura mazda). Selain itu juga berisi nyanyian permohonan dan keterangan tentang kebaktian.

(3). Kitab vendidad (berarti hokum menentang kodrat jahat), berisi antara lain tentang hokum-hukum agama serta tentang kejadian alam semesta dan manusia.seluruh hokum-hukum yang termuat dalam kitab bertolak dari inti ajaran:perang terhadap seluruh kodrat-kodrat jahat, dalam rangka kebaktian terhadap ahura mazda.

(4). Kitab yasht, yang mengandung antara lain kisah-kisah tentang Zoroaster, ajarannya tentang akhir alam semesta dan penadilan oleh ahura mazda, serta kisah-kisah lain yang bersifat keagamaan.

(5). Kitab khorda avesta (berarti avesta kecil), yang berisi kumpulan nyanyian agama untuk digunakan oleh kalangan awam dalam kebaktian sehari-hari.

Selain berpegang terhadap kitab suci avesta tersebut, mereka yang beragama majusi juga berpegang kepada kitab zend avesta, yang berarti penafsiran atau penjelasan terhadap avesta, seperti halnya umat yahudi yang berpegang kepada Talmud, sebgai penjelasan atau penafsiran terhadap kitab suci taurat.menurut kitab suci avesta, ahura mazda adalah sang pencipta, yang maha besar, maha kuasa, maha melihat, maha murah dan maha pengasih.dialah yang menciptakan alam semesta, termasuk manusia dan kodrat-kodrat rohani.kodrat-kodrat yang berpihak kepada ahura mazda atau berpihak pada kebaikan, disebut ahuras; dan yang tertinggi dari ahuras itu disebut spenta mainyu.sedangkan kodrat-kodrat rohani yang menentang ahura mazda atau berpihak pada kejahatan, disebut daevas; dan kepala dari seluruh daevas itu adalah angra mainyu (ahriman).manusia diberi kebebasan dalam kemajuan dan perbuatan atau dengan kata lain manusia bisa berbuat baik dan juga bisa berbuat jahat.manusia jika ingin mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan yang abadi kelak di akhir zaman, haruslah berjuang untuk kebaikan dan taat kepada hokum-hukum ahura mazda.setiap pikiran, perbuatan dan perkataan manusia dicatat dalam buku kehidupan.barang siapa yang lebih berat kebaikannya dari kejahatannya, maka rohnya kelak akan berbahagia, sedangkan mereka yang lebih banyak kejahatan mereka dari kebaikan mereka, maka roh mereka akan sengsara kelak.

Pertarungan antara pihak kebaikan dengan puihak kejahatan di dunia ini akan terus berlangsung lama dengan kemenangan silih berganti  bagi kedua belah pihak.kendti demikian, pertarunga ini akan berakhir dengan kemanangan di pihak kebaikan.disebutkan bahwa pada ahri pengadilan terakhir (hari akhirat), ahura mazdalah satu-satunya yang berkuasa.ia memerintahkan kedua belah pihak yang bertentangan itu melintasi titian-titian yang membentang di atas cairan logam panas yang menyala-nyala.agra mainyu (ahriman) dan seluruh pengikutnya, baika para daevas maupun manusia yang jahat, akan tergelincir dari titian tersebut dan selanjutnya terbakar selama-lamanya dalam api siksaan.sedangkan pihak yang berjuang untuk kebaikan, niscaya berhasil selamat melintasi titian tersebut dan selanjutnya hidupo  kekal dala kebahagiaan.agama majusi, sejauh yang digariskan oleh avesta, dapat dikatakan sebagai agama monoteistik, karena tuhan yang diakui sebagai satu-satunya yang pantas ditaati dan dipuja hanyalah ahura mazda (tuhan yang maha bijaksana).

Agama majusi menjadi dikenal dan tertuduh sebagai agama dwiteistik, karena di dalam kitab zend-avesta, yag dalam praktek lebih berfungsi atau lebih menentukan dari avesta sendiri, terdapat tafsiran yang memang membawa kepada paham dwiteisme.dikatakan dalam kitab zend-avesta itu bahwa angra mainyu (ahriman) adalah pencipta segala kejahatan dan memiliki kedudukan yang setara dengan ahura mazda, pencipta segala kebaikan;angra mainyu bukanlah ciptaan ahura mazda.kelihatannya tafsiran ityu diyakini sebagai pemecahan yang memuaskan bagi bangsa Persia atas problem kejahatan (evil) , yang telah lama menjadi pokok renungan mereka: “pantaskah ahura mazda yang maha baik itu menciptakan kejahatan atau kodrat yang jahat? “.

Dengan tafsiran di atas, para majus mau membersihkan ahura mazda yag maha baik itu dari melakukan suatu perbuatan yang mereka anggap buruk, seperti menciptakan kodrat-kodrat yang jahat.kendati ahura mazda dan angra mainyu (ahriman) dianggap sebagai dua pencipta yang setara, namun tuhan yang harus ditaati dan dipuja hanyalah ahura mazda, bukan kedua-duanya.tuhan yang badi hanyalah ahura mazda, karena ia pada akhir zaman akan memenangakan pertarungan dengan angra mainyu (ahriman) .yang akhir ini akan binasa bersama semua pengikutnya.agama majusi juga dikenal sebagai agama penyembah kepada api, karena api sebagai sumber penerangan dipakai dalam agma itu menjadi symbol ahura mazda, atau symbol kebenaran.penghormatan kepada ahura mazda ditunjukkan melalui penghormatan di hadapan api suci.api itu senantiasa dijaga hidup terus dala kuil-kuil kebaktian.

Orang-orang majusi dalam kebaktian pokok mereka, mempersembahkan air suci yang beragi (hoom) bersama air biasa dan susu dihadapan api suci , avesta yang dibacakan para majus, dalam rangka memuja ahura mazda.mereka juga meminum persembahan itu dengan maksud memperkuat daya hidup menentang kodrat-kodrat jahat.agama majusi memandang tanah, air, dan api sebagai benda-benda suci yang harus dijaga kesuciannya.mayat-mayat manusia yang dikuburkan kedalam tanah, dianggap mengotorkan benda-benda suci tersebut.berdasarkan keyakinan demikian, orang-orang yang beragama majusi tampak begitu tega menyerahkan mayat-mayat mereka menjadi santapan burung nasar (elang). Mereka membangun menara khusus, yang disebut menara sepi (tower of silence) , sebagai tempat pembuangan mayat manusia, dan sekaligus sebagai tempat pesta pora burung-burung, yang melahap setiap mayat manusia yang dibaringkan disana.

Dari agama majusi juga muncul beberapa sekte atau aliran, seperti aliran manicheisme, yang muncul pada abad ketiga masehi, dan aliran mazdakisme, yang muncul pada abad kelima atau awal abad keenam masehi.sekte/aliran tersebut mendapat tantangan keras dari pihak penguasa dinasti sasan, sehingga ia tidak bisa memperoleh pengikut yang banyak di tanah Persia.

Dalam al-qur’an allah berfirman, “sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang yahudi, orang-orang shabi’in, orang-orang nasrani, orang-orang majusi dan orang-orang musryik, allah akan memberi keputusan diantara mereka pada ahari kiamat.sesungguhnya allah menyaksikan segala sesuatu.” (Q.S. al-hajj:17).

Menurut ijmak ulama, memungut jizyah dari orang majusi hukumnya jaiz/boleh.sedangkan menikahi wanita majusi hukumnya tidak halal.demikian menurut pandangan mayoritas ulama.sembelihan, dan binatang hasil buruan mereka juga haram bagi orang muslim .diat bagi kaum majusi laki-laki adalah 8 dirham dan wanita adalah separuhnya.

Sumber : Sketsa Al Qur’an

About Muhammad Naofal Chilmi

Santri Al Hikmah 2 asal Wonosobo - Jawa Tengah. Email : vhampirewriters@gmail.com

2 comments

  1. Assalamua’laikum..
    wah terima kasih, jadi tau tentang majusi. Tapi afwan mau tanya, sumber : sketsa Al-Quran itu mksdnya apa?
    Trus mau kasih sedikit saran tentang penulisan agar lebih diperhatikan lagi titik koma dan huruf kapital di awal kalimatnya agar lebih enak dibaca 🙂
    sekali lagi terima kasih. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *