artikel santrikitab kuningPesantren KamiSantri MenulisSerambi PesantrenUncategorized

LEBIH BAIK MEMAAFKAN

Ketika seseorang mendatangi kita untuk meminta maaf maka apa yang kalian lakukan? Langsung memaafkannya atau menunggu beberapa hari sampai suasana hati mereda. Kebiasaan buruk saya ialah menunggu sampai suasana hati mereda padahal itu sifat yang tidak baik untuk dimanjakan. Kebanyakan orang juga setelah memaafkan pasti masih ada sedikit rasa kesal. Sifat yang demikian tidaklah ada keuntungan bagi orang lain maupun diri kita sendiri maka janganlah membiasakan hal tersebut, maafkan orang tersebut dengan sepenuh hati. Orang yang datang untuk meminta maaf dengan berbagai alasan entah alasan itu benar ataupun hanya omong kosong belaka maka tetaplah kalian maafkan karena sejatinya ia( orang yang yang meminta maaf ) itu orang yang taat pada kita, orang yang menghargai kita.


Orang yang melakukan kejelekan dibelakang kita ataupun melakukan maksiat secara sembunyi sembunyi terkadang dipandangan kebanyakan orang orang yang tidak baik untuk ditemani, memang sifat itu tidak baik walaupun secara sembunyi sembunyi apalagi secara terang terangan. Tapi, perlu kalian ketahui bahwa melakukan hal yang tidak baik dibelakang kita seperti menggunjing dan lain lain,melakukan maksiat secara sembunyi sembunyi itu sejatinya orang yang menjunjung tinggi kita. Maka jangan pandang sebelah mata orang yang melakukan hal tersebut mungkin orang itu mempunyai alasan baik tersendiri ketika melakukannya.

dikutip dari kitab Diwanu Imam Syafi’i( bab At-Tamasu Al ‘udzri ).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button