AgendaBeritaHeadlineKegiatanPesantren Kami

Harsanas 2020,upaya meneladani semangat berjuang

Benda, alhikmahdua.net – Al Hikmah rayakan Harsanas 2020 (Hari Santri Nasional 2020) dengan Slogan “Santri Sehat Indonesia Kuat” yang bertempat di Lapangan Tsania pada kamis (22/10).  Pon. Pes. Al Hikmah dua menggelar berbagai acara termasuk Upacara Bendera untuk memperingati HarI Santri, dengan mematuhi protokol COVID19 . Acara ini dihadiri oleh para pengasuh pondok Al Hikmah dua, dewan guru dan seluruh santri.

Dalam hal ini terdapat 26 susunan acara, termasuk dalam segi upacara, sambutan-sambutan, pengumuman santri teladan 2020, penampilan Padus Orda (Paduan Suara per Organisasi Daerah), maupun penampilan Hadroh dan Drama yang berjudul “Resolusi Jihad”.  

Berikut hasil ‘Pengumuman Santri Teladan’ tahun 2020,

Santri teladan tingkat SLTP diraih oleh Nasrullah dari kelas 3 SMP dan Karimah dari kelas 3 MMA. Sedangkan, tingkat SLTA diraih oleh Deni Ramdhani dari kelas 3 MA dan Solifah dari kelas 3 SMK.

Selain dari itu, ada salah satu penampilan menakjubkan yang telah menyorot publik yakni Penampilan Padus Orda karena ke kompakannya memadukan antar suara dengan gerakan sesuai alunan musiknya. Dengan membawakan beberapa lagu yakni  Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, Hari Santri, Ayo Mondok, dan Generasi Aswaja beserta puisi mengenai ‘Pengorbanan Para Santri Terdahulu’ yang dibaca oleh Paramita Rosanda asal Bengkulu (Orda IKSAS) dengan pembawaan bacaan yang penuh semangat, sehingga pantas saja Padus Orda berhasil mengambil banyak perhatian santri.

Setelah upacara berakhir dengan do’a, lalu acara selanjutnya disambung dengan penampilan drama yang berjudul ‘Resolusi Jihad’  yang di perankan oleh beberapa santri putra yang menceritakan besarnya perjuangan para orang-orang alim Nusantara terdahulu untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tanpa ada kata putus asa dengan kesederhanaan niat, berjihad di jalan Allah, sehingga terciptalah sebuah kemenangan yang saat ini dapat dirasakan di sebuah lembaga ilmu dengan corak agama dan budaya berupa Pondok Pesantren.

Semua penampilan ini di persembahkan oleh perwakilan santri yang telah dilatih sebelumnya. Adanya penampilan ini bertujuan untuk mengenang  jasa  para santri nusantara yang telah ikut serta berjuang  dalam melawan penjajah.

Bagaimana pendapat  guru mengenai acara pada Harsanas tahun ini? Kami crew alhikmahnet berkesempatan mewawancarai beberapa guru yakni dari Ustad Asy’ari Lc.selaku guru Sastra Arab MAK, mengenai Harsanas “Memang harus dilaksanakan karena kita sebagai santri harus menghargai jasa para santri terdahulu yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan kegiatan seperti ini pasti memberikan amanat tersendiri bagi jiwa kita agar meneladani para santri zaman dulu ketika zaman perjuangan kemerdekaan”.

Selanjutnya pendapat dari guru Bahasa Indonesia MAK, Ibu Nurhayati S. Pd. menurutnya “Subjektif ya…, cukup meriah walaupun tidak ‘sewah’ (mengesansan) tahun-tahun sebelumnya”. Tidak hanya itu Ibu Nurhayati juga memberikan kalimat semangat untuk para santri yang berbunyi “Santri Be The Best”; Ucapnya.

 Tidak hanya kritik dari guru, mengenai Harsanas ini akan tetapi sama halnya dengan beberapa santri yang telah kami wawancarai, menyatakan bahwasanya acara perayaan Harsanas 2020 ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya, tidak seramai tahun lalu”. Apa yang membuat upacara pada tahun ini berbeda? Kami tanyakan langsung pada sumbernya, Tiara Putri Listianti sebagai Penanggung Jawab Upacara ini, ia menyanggah bahwasanya “Iya memang benar untuk tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun yang lalu, tahun ini upacara diadakan sesederhana mungkin karena melihat kondisi dan situasi yang kurang efektif”;Ujarnya.

Selain itu, Bagaimana kesan/pesan mengenai acara pada hari ini menurut salah satu guru yang bersedia untuk diwawancarai “Santri itu bukan sekedar sebagai sebutan yang melekat pada seseorang yang mondok, tetapi nilai kesantrian yang di perjuangkan. Bagaimana seseorang bisa memberikan baktinya untuk memperjuangkan Negri agar jaya, tetap terhindar dari perpecahan, dari penjajahan. Dan santri itu bukan untuk kalangan di Ponpes saja tetapi siapapun yang memang merasa serbagai WNI khususnya muslim, karena otomatis santri dari para Kiyai. Jadi, yang diinginkan adanya hari santri ini khususnya umat islam harus bisa melanjutkan perjuangan dari para pahlawan yang dikenal dengan Bung Tomo itu memiliki semangat yang luar biasa dan beliau adalah salah satu santri dari Kiyai Hasyim Asyari, pungkas Ustad Asy’ari Lc. guru Sastra Arab MAK menjelaskan.

(#MDE)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button