Home / Serambi Pesantren / Belajar Kepada Fudail bin Iyadh

Belajar Kepada Fudail bin Iyadh

Oleh : Ust. Hanif Hidayatullah, S.Pd.I*

Fudhail bin Iyadh, seorang ulama’ besar masa tabiin (masa pengikutkannya para shahabat Rasulullah saw.) dengan nama lengkap Abu Ali Al-Fudhail bin Iyadh, lahir di Samarqand, tumbuh besar di Absyurd, belajar Hadits di Kufah, dan kemudian pindah ke Makkah.

Beliau hidup semasa dengan dengan Imam Malik, Sufyan bin ‘Uyainah dan Abdullah bin Al-Mubarrak. Dan karena kezuhudan, kewiraian, serta keahlian atau ketekunan beliau dalam beribadah, beliau mendapat julukan ‘Abid Al-Haramain (Seorang hamba yang tata beribadah di Makkah dan Madinah). Kemudian berkat ketekunannya menjalankan ibadah, maka beliau mampu menuturkan bahasa hikmah dan mampu menjelaskan teks-teks agama.

Kita perlu menyontoh orang-orang seperti beliau, kalaupun sangat berat, untuk tidak mengatakan tidak mungkin, atau kalaupun ,prosentasenya sangat sedikit, sebab tanpa meniru orang-orang yang baik dalam kebaikannya, kita akan menjadi orang yang sangat merugi.

Beberapa hal, yang sebaiknya mari kita usahakan untuk bisa mengikutinya:

Ketika beliau (Fudhail bin Iyadh) membaca Al-Qur’an, maka beliau akan membacanya dengan lambat, syahdu, menyentuh hati, lantang dan jelas seolah sedang berbicara dengan seseorang. Ketika membaca ayat-ayat yang menyebut surga, maka beliau akan membacanya berulang-ulang sambil memohon kepada-Nya (Allah) untuk mendapatkannya.

Beliau bentangkan tikar untuk menunaikan shalat di awal malam, sampai kantuk menggelayuti matanya. Kalau sudah demikian, maka beliau lalu berbaring untuk tidur sebentar di atas tikar tersebut. Tidak lama berselang, maka beliaupun bangun kembali untuk melakukan shalat sampai datang kantuk yang tidak tertahankan. Jika sudah demikian, maka beliaupun berbaring lagi untuk tidur sebentar, lalu bangun kembali untuk menunaikan shalat dan begitu seterusnya sampai datang waktu subuh. Dari Ishaq bin Ibrahim, Al-Fudhail bin Iyadh berkata : “Jika kamu tidak mampu menunaikan qiyamu lail dan puasa disiang hari, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu telah terhalangi dan terbelenggu oleh dosa dan kesalahan yang kamu perbuat”.

Kata Ibrahim bin Al-Asy’ats : “Aku belum pernah melihat seorangpun, seolah Allah telah bersemayam di dadanya, yang lebih agung daripada Al-Fudhail bin Iyadh. Apabila Al-Fudhail menyebut Nama Allah atau disebutkan Nama Allah kepadanya, atau mendengar ayat-ayat Al-Qur’an, maka akan terlihat dengan jelas dari wajahnya rasa takut kepada dan sedih. Air matanya tampak berlinang sampai orang-orang melihatnya sangat terharu kepdanya. Dia selalu bersedih dan selalu menggunakan pikirannya.” Lebih lanjut, Ibrahim bin Al-Asy’ats mengatakan : “Aku belum pernah melihat seseorang yang mengharapkan Allah dengan ilmu dan amalnya; mengambil, memberi, menolak dan mencurahkan usahnya, marah dan suka berikut cabang-cabangnya selain Al-Fudhail bin Iyadh”.

Ketika mengiring jenazah, maka beliau selalu memberikan mauizhah, nasehat, peringatan sambil menangis seolah sedang berpamitan kepada teman-temannya untuk pergi menuju alam akhirat. Kemudian setelah sampai di penguburan, beliau duduk seolah duduk diantara orang-orang yang telah meninggal. Beliau duduk bersedih dan menangis sampai para pengiring jenazah berdiri kembali, termasuk beliau. Dan ketika Al-Fudhail berdiri, beliau seolah manusia yang baru kembali dari kampung akhirat dengan membawa kabar untuk para pengiring jenazah tentang kampung akhirat.

Nasehat beliau : “Kosongkan hatimu untuk sedih dan takut sampai keduanya dapat bersarang. Apabila sedih dan takut bersarang di hatimu, maka keduanya akan membentengimu dari melakukan maksiat dan menjauhkan kamu dari api neraka.”

Demikian sekelumit tentang Al-Fudhail bin Iyadh, semoga kita bisa mengambil manfaat dari membaca ketekunan dan keagungan kepribadian beliau. Amin. (Baca selengkapnya tentang Al-Fudhail bin Iyadh, di buku 60 Biografi Ulama Salaf (fersi terjemahan), tulisan Syaikh Ahmad Farid)

* Dewan Pengajar di Pon.Pes Al Hikmah 2

Kunjungi blog pribadinya di http://k4lianget.wordpress.com

About Tim Redaksi

Pondok Pesantren Al Hikmah 2 berlokasi di dusun Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Membuka beragam unit Pendidikan mulai dari tingkat TK, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK, MMA, Ma'had Aly, STAIA, AKPER serta Tahfidzul Qur'an. Informasi Lebih Lanjut, Hubungi Kami di (0289) 511 0772 / 432 445

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *