artikel santriHikmahKhazanahkitab kuningSantri MenulisSerambi Pesantren

Mengingat Hari Kiamat, Agar Tak Terlena Suatu Saat

Hari kiamat merupakan salah satu dari enam rukun iman, sebagaimana iman kepada nabi-nabi Allah dan kitab-kitab-Nya. Maka, hukum mengimani hari kiamat pun wajib. Nama lain dari hari kiamat adalah hari akhir, karena ia merupakan hari terakhir kehidupan dunia. Seperti yang telah difirmankan Allah dalam Al-Qur’an:

وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَصَعِقَ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ اِلَّا مَنْ شَاۤءَ اللّٰهُۗ ثُمَّ نُفِخَ فِيْهِ اُخْرٰى فَاِذَا هُمْ قِيَامٌ يَّنْظُرُوْنَ ۝٦٨

Artinya: “Sangkakala pun ditiup sehingga matilah semua (makhluk) yang ada di langit dan di bumi, kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi, seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) dan menunggu (keputusan Allah).” (Nu Online)

Hari kiamat merupakan fenomena dahsyat yang pasti akan terjadi di masa mendatang. Tak ada yang tahu dengan pasti kapan hari kiamat akan terjadi. Intinya, kita wajib mengimani kedatangannya. Kata “dahsyat” di sini bermakna sangat luar biasa. Kita tak dapat membayangkan betapa dahsyatnya hari itu. Sebab, dahsyat yang dimaksud adalah dahsyat menurut ukuran Allah. Tentu saja, sesuatu yang berasal dari sisi Allah berbeda dengan yang berasal dari sisi makhluk-Nya.

Disebutkan dalam kitab Al-Mukhtashar Al-Mufid fi Syarh Jauhar at-Tauhid karya Imam Syekh Nuh Ali Sulaiman al-Ghuddah, bahwa pada hari itu matahari tidak akan terbit dari timur, melainkan dari barat. Naskah-naskah Al-Qur’an akan hilang, lenyap, dan tak dapat lagi dibaca. Pintu tobat pun tertutup rapat, tanpa ada celah sedikit pun bagi siapa pun untuk masuk. Seorang ibu yang sedang mengandung tidak akan sadar jika bayinya lahir, bahkan melupakannya demi menyelamatkan diri. Para bayi pun tidak kalah takut dibanding orang dewasa; rambut mereka memutih seketika karena rasa takut yang sangat besar.

Semua kejadian itu telah Allah ceritakan dalam Surah At-Takwir. Di dalamnya, Allah memperingatkan kita tentang hari kiamat agar tidak lalai dalam beramal. Allah telah mengingatkan sejak beribu-ribu tahun lalu. Namun, apakah kita sudah berbenah diri? Mungkin sebagian akan menjawab “iya”, tetapi sebagian besar lainnya akan menjawab sebaliknya.

Maka dari itu, marilah kita berbenah diri dan menyiapkan bekal sebaik-baiknya. Kita tak perlu sibuk mempertanyakan kapan hari kiamat tiba. Yang terpenting adalah mempersiapkan amal agar kelak kita selamat.

Penulis: Lady Agaschia Zahra

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button