artikel santriBeritabiograficerpenDawuh AbahHeadlineHikmahjawharatuttauhidKhazanahkitab kuningmotivasipengajianPesantren KamiSantri MenulisSerambi Pesantrentokoh muslimUncategorized

KEUTAMAAN HIDUP RUKUN DAN BERGAUL DISARIKAN DARI KITAB IHYA’ULUMUDDIN JUZ 2

Kitab Ihya Ulumuddin yang ditulis oleh Imam Abu Hamid Al-Ghazali di awal abad ke-5 hijriyah ini mempunyai pengaruh besar dalam membendung serangan meterealisme yang atheistik dan berupaya merobohkan pondasi bangunan agama dengan cara menghembuskan racun-racunnya berupa pikiran-pikiran batiniyah yang jahat dan dipersiapkan dengan rencana yang matang.

Imam Al-Ghozali merupakan seorang ulama fiqih ahli tasawuf,bermadzhab fiqih syafi’i dan beraliran tauhid Al-Asy’ari.Beliau dilahirkan di kota Thus.pada tahun 450 H.Imam Al-Ghozali bahkan lebih dikagumi daripada gurunya sendiri.di istana Nizhamul Mul,Imam Al-Ghozali diberi kesempatan untuk bermunazarah dengan ulama ulama yang kondang sehingga namanya mencuat dan termasyhur akhirnya Nizhamul Mulk memberangkatka Imam Al-Ghozali ke Bangdad dan megangkatnya sebagai pengajar di Madrasah Nizhamiyyah.

Pada tahun 489 H,Ia datang ke Damaskus lalu tinggal di sana dalam waktu singkat.setelah itu ia pergi menuju Baitul Maqdis,kemudian mulai menulis kitabnya yang berjudul Ihya ‘Ulumuddin dan mulai bermujahadah melawan hawa nafsu,meluruskan akhlak dan mempebaiki pekerti serta membersihkan kehidupannya.Imam Al-Ghozali berpulang ke rahmatullah pada hari senin tanggal 14 jumadil akhir tahun 505 H.dan dikebumikan di Zhahir,kawasan Thabran.

Di dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin diterangkan bahwa kerukunan itu adalah hasil dari bagusnya budi pekerti.sebaliknya,bercerai-cerai atau ketidakrukunan adalah hasil dari buruknya budi pekerti.kebaikan budi pekerti itulah yang menyebabkan timbulnya sikap yang mencerminkan kerukunan dan saling cinta mencinta.adapun buruknya budi pekerti membuahkan sikap saling dendam dan dengki.dalam Al-Qur’an Allah berfirman dalam menunjukan betapa besar kenikmatan yang dilimpahkan oleh-Nya kepada seluruh kaum muslimin:

“maka kamu semua dengan sebab kenikmatan Allah itu menjadi saudara”

Maksud yang dituju dalam ayat diatas ialah dengan adanya kerukunan sebagai saudara,maka datanglah kenikmatan Allah SWT.kecintaan hakiki yang didasarkan karena Allah ialah apabila seseorang itu tidaklah mencintai orang lain karena pribadi(dzat)orang itu,tetapi semata mata karena mengingat keuntungan yang akan diperoleh untuk akhirat dari sahabatnya itu.misalnya,seseorang yang mencintai gurunya sebab dengan guru itu dia dapat memperoleh perantara guna menghasilkan ilmu pengetahuan serta memperbaiki amalnya.

Sedangkan tujuan utamanya ialah bahwa dengan ilmu pengetahuan dan amalan yang dilakukannya itu hanyalah untuk akhirat belaka.orang yang demikian inilah yang termasuk dalam golongan para pencinta keridhoan Allah SWT.orang orang salaf dulu,sebagian diantara mereka itu ada yang seluruh kebutuhannya ditanggung dan dicukupi oleh kaum hartawan dan mampu.maka kedua belah pihak tadi termasuk saling mencintai untuk keridhoan allah.

Apabila seorang laki laki itu menikahi wanita solihah,yang demikian itu dimaksudkan agar dirinya dapat terhindar dan terjaga dari godaan setan serta menjaga agamanya supaya nantinya dikaruniai anak yang sholih/sholihah dan istri itu merupakan perantara atau alat untuk tujuan mencapai ketaqwaan kepada Allah SWT.cerita diatas termasuk wujud mencintai karena Allah.

Kita perlu memahami betul bahwa dalam berinteraksi dengan orang lain,bagaimana cara memilih teman juga harus diperhatikan.bahwa tidak setiap orang patut dijadikan sahabat,sebagaimana Nabi Muhammad bersabda:

“Manusia itu mengikuti kebiasaan sahabat dekatnya,oleh karena itu hendaklah salah seorang dari kalian memikirkan siapa yang akan dijadikan sebagai sahabat dekatnya.”(HR.Tarmidzi,Hakim dan Abu Daud)

Hendaklah kita memilih sahabat kita dengan beberapa pertimbangan,antara lain ia harus seorang yang berakal sehat,berakhlah baik,tidak fasik,tidak melakukan bid’ah dan tidak berambisi terhadap dunia.dalam hal memilih sahabat yang berakal sehat,Imam Ali RA berkata:

“Jangan berteman dengan orang bodoh Awaslah kamu terhadapnya Betapa banyak orang bodoh Yang membinasakan orang bijak” Betapa tidak,orang dungu akan merugikanmu sedang ia ingin memberi manfaat.

Seorang penyair berkata: Aku lebih merasa aman dari musuh yang berakal dan aku merasa takut kepada sahabat yang gila akal adalah seni dan aku mengetahui jalan mensiasatinya Sementara kegilaan sulit ditebak arahnya.

Bersahabat dengan orang yang mengatakan bahwa memutuskan hubungan dengan orang yang dungu adalah ibadah yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah.bersahabat dengan orang yang selalu mengikuti hawa nafsu,suka marah,gemar syahwat,kikir,pengecut,tidak ada faedahnya.begitu pula bersahabat dengan orang fasik.seseorang yang tidak ada rasa takut kepada Allah tidak mungkin dapat dipercaya bahwa ia akan tidak melakukan suatu penipuan atau kecurangan pada sahabatnya.

Bisa terjadi sebaliknya yakni dapat berubah-ubah pendiriannya karena hidupnya hanya untuk kepentingan sendiri.Al-Qamah pernah memberi wasiat kepada putranya dan ia berkata,

“Hai anakku,jika engkau perlu untuk bersahabat dengan seseorang,maka pilihlah yang mempunyai sifat-sifat ini.yaitu jika engkau melayaninya ia suka melindungimu,jika engkau menjadikannya sahabat ia akan menjadi hiasan bagi dirimu dan jika engkau dalam kekurangan maka ia gemar mencukupinya.”

Pilihlah sahabat yang apabila engkau mengulurkan tangan untuk memberi jasa baik atau bantuan,ia mau menerima dengan rasa terharu.jika ia melihat kebaikan dirimu,ia menghitungnya dan menganggap itu sangat berguna,dan jika mengetahui keburukanmu ia menutupinya.pilihlah sahabat yang jika engkau meminta sesuatu darinya pasti ia memberi.jika engkau diam ia dahulu yang menyapa mu,jika ada kesukaran dan kesedihan yang menimpa dirimu,ia suka membantu dan meringankan serta menghiburmu.

Pilihlah sahabat yang jika engkau berkata kata ia suka membenarkan ucapanmu dan tidak selalu mempercayai saja.jika berselisih dengannya ia suka mengalah untuk kepentinganmu.

Ali bin Abi Thalib berkata:

"Sahabatmu yang sejati adalah siapa yang setia bersamamu
yang rela menderita  demi kebaikanmu
Yang apabila engkau telah ditimpa musibah ia mendatangimu
Dan yang bersedia berkorban demi menolongmu."

Jangan sekali-sekali bersahabat dengan seseorang yang rakus dan tamak terhadap dunia,sebab bersahabat dengannya itu bagaikan bermain dengan racun yang dapat membunuh dirimu dan tidak mustahil akan ditelannya juga.mengeratkan persahabatan dengan orang tamak terhadap dunia dapat menyebabkan hatimu sendiri menjadi tamak.sebaliknya mempererat persahabatan dengan orang zuhud  maka akan menyebabkan dirimu zuhud pula.

Ibnu Mubarak berkata "Seseorang mukmin itu selalu mencari keuzuran atau alasan orang lain,sedangkan orang munafik itu selalu mencari kesalahan dan kekurangan orang lain."

Jika kita ingin bergaul secara baik dan sopan,maka ikutilah petunjuk-petunjuk berikut:
1.)Hadapilah semua orang dengan wajah yang menunjukan  kegembiraan,kerelaan,penuh kesopanan dan tenang .jangan sekali-kali menampakan wajah angkuh,sombong dan merasa tinggi diri.
2.)Jangan banyak menoleh ke sana ke sini dan jangan terlampau tajam memandang orang lain.
3.)Jangan sekali-kali  dalam berbicara engkau membanggakan dirimu sendiri,keluargamu,dan hartamu.

Sangat ideal jika kita memilih sahabat yang bersikap wara' (menjaga diri) sekaligus orang yang berilmu,karena ilmu dapat bisa mendatangkan manfaat.Lukmin Hakim berpesan kepada putranya,
"wahai putraku,bergaullah dengan para ulama dan janganlah kalian berpaling dari mereka,karena sesungguhnya hati itu bisa hidup dengan hikmah .sebagaimana air hujan yang mampu menyuburkan tanah yang telah mengering"

Oleh sebab itu berhati-hatilah memilih teman,karena teman itu cerminan dari diri kita.ingatlah!teman yang buruk bisa membawa kita pada kehancuran,begitu juga sebaliknya.teman yang baik akan banyak mendatangkan manfaat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button