Home / Agenda / Syeikh Amin Al-Jailani dan Calhaj KBIH Sanabil 2018

Syeikh Amin Al-Jailani dan Calhaj KBIH Sanabil 2018

Ada yang luar biasa di kegiatan manasik keempat KBIH Sanabil pada 28 Januari 2018 lalu. Selain acara rutin pembekalan tentang teknis dan praktek kegiatan haji, acara manasik pada hari itu juga diisi dengan tausyiyah dari seorang syeikh. Selain KH. Solahudin Masruri dan KH. Mukhlas Hasyim, M.A. yang memberikan materi pembekalan, hadir pada manasik siang itu adalah As-Syeikh Amin Muhammad Ali Ad-Duhaiby al-Jailani al-Lubnany. Beliau adalah salah satu keturunan Syeikh Abdul Qodir al-Jailany.

Manasik bertujuan agar para calon jamaah haji tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan ibadah umroh dan haji di tanah suci sehingga rangkaian ibadahnya ditanah suci benar dan di terima Allah SWT. Rangkaian kegiatan manasik pun diisi dengan berbagai teori dan praktek yang berhubungan dengan kegiatan haji dan umroh. Beberapa rangkaian kegiatan manasik yang menjadi agenda rutin KBIh Sanabil antara lain tentang rangkaian ibadah umroh dan haji yang meliputi rukun, wajib dan sunah haji dan umroh, larangan-larangan dalam berikhrom,  tata krama dalam beribadah haji, doa-doa dalam berhaji, tempat-tempat bersejarah di tanah suci dan tak ketinggalan pula adalah materi tentang kesehatan.

Pada kegiatan manasik yang keempat pada ahad 28 Januari ini materi yang disampaikan oleh KH. Solahudin Masruri menjelaskan tentang detail rangkaian kegiatan saat di Jeddah dan di Mekah. Sedangkan KH. Mukhlas Hasyim, M. A. Menjelaskan tentang rukun-rukun haji. Dan setelah kedua materi selesai disampaikan dengan tuntas maka kesempatan berikutnya adalah tausyiyah dari Syeikh Amin al-Jailani. Sang Syeikh berkesempatan memberikan tausyiyahnya dalam rangkaian kunjungannya ke Pesantren al-Hikmah 2.

Dari sang syeikh banyak sekali di dapat berbagai nasehat dan hikmah yang sangat bermanfaat bagi calon jamaah haji yang sedang mengikuti kegiatan manasik pada siang itu. Calon jamaah haji yang berjumlah kurang lebih 120 orang itu sangat antusias mendengarkan penjelasan dari sang Syeikh terkait ibadah haji yang diterjemahkan oleh KH. Mukhlas Hasyim, M.A.

Syeikh Amin al-Jailani menjelaskan bahwa Rasul SAW menjelaskan bahwa dengan melaksanakan ibadah haji dan umroh dapat menghilangkan dosa seperti api menghilangkan karat yang ada di besi. Lebih  lanjut Syeikh juga menjelaskan bahwa barangsiapa yang menjalankan ibadah haji maka sepanjang perjalanannya malaikat mendoakan keberkahan bagi pelaksananya dan semua biaya yang dikeluarkan dalam rangka perjalanan ibadah haji akan diganti oleh Allah SWT.

Dalam penjelasan selanjutnya Syeikh masih tetap mengutip sabda Rasul yang artinya kurang lebih bahwa barangsiapa yang menunaikan ibadah  haji dan ia tidak melakukan dosa dan tidak berkata yang kotor maka nanti setelah pulang ia  seperti seorang bayi yang baru lahir. Karena seseorang yang berangkat haji dosanya diampuni Allah  mulai dari langkah pertamanya.

Kepada calon jamaah haji KBIH Sanabil, Syeikh Amin juga mengingatkan agar setelah rangkaian ibadah haji selesai terlaksana, jamaah bisa ziarah ke makam Rasul Saw di Madinah. Dengan tidak lupa sholat dan berdoa di suatu tempat yang bernama Roudloh yang merupakan salah satu tempat doa diijabah. Roudloh sendiri adalah suatu tempat yang terletak di antara rumah Rasul dan mimbar. Tidak ketinggalan juga, Syeikh Amin al-Jailani juga mengingatkan kepada calon jamaah haji KBIH Sanabil untuk bisa menjaga tata krama atau adab saat ziarah ke makam Rasulullah SAW. Saat menziarahi Rasul SAW, jamaah harus bisa ndengkul (andap ashor) dan merasakan bahwa Rasul ada di hadapannya. Tata krama dan etika yang dimaksudkan adalah dengan terlebih dahulu mengucapkan salam dengan suara yang pelan dan halus (sopan) dan merasakan bahwa Rasul ada di hadapan kita.

Hal ini sangat beralasan, lanjut Syeikh,  karena ketika kita meceritakan atau memperbincangkan seseorang yang baik lagi sholeh maka rahmat Allah akan turun kepada kita yang sedang memperbincangkannya. Apalagi saat kita menziarahi rasul  maka itu berarti kita sedang tenggelam di dalam rahmat Allah SWT. Oleh karenanya, kita harus dapat menjaga tata krama dan adab sopan santun kita saat berada di depan makam Rasul SAW.

Setelah menziarahi makam Rasul SAW, kemudian bergeser sedikit di sebelah makam Rasul SAW, ada makam sahabat yang sangat dicintai Rasul yaitu, makam Sayyidina Abu Bakar. Sama halnya ketika menziarahi Rasul, saat di makam sayyidina Abu Bakar, terlebih dahulu kita juga harus uluk salam. Tata krama juga tetap harus dijaga dihadapan makam sahabat ini. Karena sayyidina sayyidina Abu Bakar merupakan orang yang sangat mulia. Seperti Sabda Rasul SAW yang artinya kuranglebih adalah jika iman manusia sedunia ditimbang dengan imannya sayyidina Abu Bakar, maka iman sayyidina Abu Bakar masih lebih berat jika dibandingkan dengan iman seluruh manusia di dunia.

Masih menurut Syeikh Amin al-Jailani, disebelah makam Sayyidina Abu Bakar, ada makam sayyidina Umar bin Khotob. Sahabat ini mendapat julukan al-Faruuq yang artinya  pemisah. Karena semasa hidupnya sayyidina Umar bin Khotob sangat tegas memisahkan antara yang haq dan yang bathil. Bahkan beliau tidak segan menggunakan pedang untuk mempertahankan kebenaran. Kemuliaan Umar bin Khotob juga tergambar dari banyaknya ayat-ayat di dalam al-Qur’an yang diturunkan sesuai dengan keinginan sayyidina Umar.

Penjelasan tentang kemuliaan Sayyidina Umar masih berlanjut dari Syeikh Amin al-Jailani. Menurut beliau Rasul pernah meminta kepada Allah agar Islam dikuatkan dengan salah satu Umar. Maksudnya adalah bahwa saat Nabi Saw berdakwah kala itu, di Mekah ada dua orang bernama Umar yang keduanya mempunyai sifat yang kuat dan keras dalam memegang keyakinanya. Keduanya adalah Umar  bin Hisyam dan Umar bin Khottob. Umar bin Hisyam adalah abu Jahal yang sampai akhir hayatnya keukeuh memegang keyakinan jahiliyahnya. Dan Umar yang kedua adalah Umar bin Khottob yang atas karunia Allah beliau mendapat hidayat masuk Islam.

Dan saat hidayah itu datang, Umar masuk Islam, seluruh umat Islam di Mekah mengucapkan takbir. Semuanya, baik yang dijalan-jalan maupun yang ada di rumah-rumah. Semua ini karena kegembiraan luar biasa yang dirasakan umat Islam saat itu. Kegembiraan dan keterkejutan yang luarbiasa ini sangat beralasan karena Umar bin Khottob terkenal sangat pemberani dan tidak ada sesatupun yang membuatnya gentar. Sehingga dengan masuk Umar bin Khottob ke dalam Islam, agama Islam menjadi kuat.

Setelah selesai menjelaskan tentang kemuliaan Sayyidina Umar bin Khottob, Syeikh Amin al-Jailani mengingatkan para calon jamaah haji untuk ziarah juga ke pemakaman Baqi’. Karena dipemakaman tersebut banyak dimakamkan para syuhada, sahabat, tabi’in dan para Istri Rasul SAW. Tentunya dengan tetap menggunakan akhlak yang baik saat ziarah di pemakaman Baqi’ tersebut. Setelah ziarah di pemakaman Baqi’, Syeikh menganjurkan para calon jamaah haji untuk bisa ziarah ke masjid Quba. Dengan mengutip Sabda Rasul SAW yang artinya, barangsiapa yang dari rumahnya sudah berwudhu dan sholat di masjid Quba maka ia akan memperoleh pahala seperti pahala berumroh.

Ziarah ke gunung Uhud juga menjadi salah satu nasehat Syeikh untuk para calon jamaah haji KBIH Sanabil. Sebab disana ada makam paman Rasul SAW yaitu Sayyidina Hamzah. Dengan tidak lupa membaca surat al-Fatehah untuk para syuhada yang dimakamkan di gunung uhud itu.

Diakhir tausyiyahnya, Syeikh Amin Al-Jailani meminta kepada para calon jamaah haji KBIH Sanabil untuk tidak lupa mendoakan beliau dan seluruh umat Islam di dunia. Sebab, dijelaskan Syeikh bahwa Rasul pernah berdoa bahwa “Ya Allah semoga Engkau mengampuni semua dosa orang yang naik haji dan orang-orang yang didoakan oleh para jamaah haji”. “karenanya, doakan saya dan saya juga mendoakan calon jamaah haji semuanya agar haji dan umrohnya di terima Allah SWT” demikian disampaikan Syeikh Amin al Jailani. Amiin yaa Mujibassaailin. (Lili Hidayati)

About Santri Alhikmahdua