Home / Khazanah / Siapa Ashabul Kahfi ? (2-habis)

Siapa Ashabul Kahfi ? (2-habis)

Ketika mereka berangkat menuju gua tersebut, mereka diketahui oleh seorang pengembala yang memiliki seekor anjing. Mereka menetap dalam gua itu dan tetap aktif melaksanakan ibadah sebaik-baiknya. Salah seorang di antara mereka yang bernama Tamlikh, pergi sejenak untuk membeli makanan dan minuman di samping mencari informasi tentang pengejaran raja Decius terhadap mereka.  Saat-saat Tamlikh berbelanja, Ia mendengar berita tentang keseriusan raja Decius mencari mereka dengan ancaman akan dibunuh kecuali bila mereka bersedia menyembah berhala. Tamlikh menceritakan kabar yang didengarnya kepada teman-temannya sehingga mereka pun menangis. Tetapi, Allah memberi ketenangan kepada mereka dengan kemudian menidurkan mereka dalam gua itu.

Decius selalu mengancam keluarga tujuh orang pemuda tersebut supaya menyerahkan mereka. Akhirnya, mereka pun terpaksa memberitahukan bahwa ketujuh pemuda yang dicari raja bersembunyi di Gua.raja Decius dan para prajuritnya berangakat menuju gua, tapi sialnya sesampainya disana, tidak ada seorang pun yang berhasil masuk kedalam gua. Untuk mengatasi kesulitan itu, raja memerintahkan anak buahnya supaya menutup pintu gua yang ditempati tujuh orang pemuda itu dengan maksud supaya mereka mati kehausan dan kelaparan di dalamnya.

Zaman pun berlalu ratusan tahun dan orang-orang pun telah banyak yang melupakannya.pada suatu hari, seorang pengembala membuka pintu gua yang tertutup itu dengan maksud untuk dijadikan kandang kambingnya. Pengembala tidak menduga sebelumnya bahwa di dalam gua itu terdapat tujuh orang pemuda. Ketika mereka terbangun dari tidur, mereka masih diliputi oleh rasa resah dan takut kalau-kalau keselamatan mereka tidak dapat dipertahankan dari kekejaman raja Decius. Mereka saling bertanya sudah berapa lama mereka tertidur dalam gua itu. Ada yang mengatakan setengah hari, ada yang mengatakan satu hari, dan lain-lain. Tidak ada satupun yang merasa tidur selama ratusan tahun. karena mereka merasa terlalu haus dan lapar, diutuslah seorang si antara mereka untuk pergi berbelanja ke pasar.

Di perjalanan, orang yang diutus ke pasar itu merasa heran, karena daerah-daerah di sekelilingnya sudah berubah sama sekali, dan jauh berbeda dengan mata uang yang dibawanya di zaman raja Decius berkuasa. Si penjual pun merasa heran ketika menerima uang bayaran makan dari pemuda tadi. Pemuda yang berbelanja juga merasa kaget karena ternyata pedagang tidak mau menerima uang yang dia bayarkan. Karena terjadi perselisihan berkenaan dengan peristiwa pembelian dengan unag kuno yang sudah tidak laku lagi itu, maka orang-orang yang ada di sekitarnya berkerumun dan menuduh bahwa pemuda itu dianggap hendak menipu.

Berita ini terdengar oleh petugas kerajaan, sehingga pemuda itu pun dipanggil dan diinterogasi mengenai apa sesungguhnya yang telah terjadi. Pemuda itu menceritakan peristiwa yang ia alami bersama enam orang temannya. Setelah itu, barulah di ketahui duduk persoalan yang sebenarnya dan mereka pun baru sadar bahwa peristiwa itu telah terjadi ratusan tahun yang lalu. Kemudian, diberitahukanlah kepada ketujuh orang pemuda yang mengungsi ke gua selam 309 tahun itu,bahwa raja Decius yang mengejak mereka telah lama meninggal, yang berkuasa sekarang adalah seorang raja yang juga beriman kepada Allah. Mereka pun bersyukur. Cerita lengkap tentang Ashabul Kahfi ini terdapat dalam al-qur’an surat al kahfiayat 8-25.

Sumber : Sketsa Al-Qur’an Seri 1, M. Ishom El Saha, M.A & Saiful, S. Ag.

About Pondok Pesantren Al -Hikmah 2

Pondok Pesantren Al Hikmah 2 berlokasi di dusun Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Membuka beragam unit Pendidikan mulai dari tingkat TK, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK, MMA, Ma'had Aly, STAIA, AKPER serta Tahfidzul Qur'an. Informasi Lebih Lanjut, Hubungi Kami di (0289) 511 0772 / 432 445

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.