Saturday , 23 June 2018
Home / Santri Menulis / Rencana yang Terwujud

Rencana yang Terwujud

Pada awal permulaan tahun 2014, pengurus pendidikan PP AL HIKMAH 2 PUTRA merasa kebingungan dan galau akan perilaku santri-santri yang ada,karena santri-santri yang seharusnya memiliki rasa unggah-ungguh (sopan santun) itu tidak terlihat pada umumnya santri yang sekarang,oleh karena itu dangan mereka memikirkan dengan seribu cara untuk meminimalisir hal tersebut. alhasil rencana atau solusi itupun mereka temukan dengan memusyawarahkannya pada salah satu dewan pengasuh PP ALHIKMAH 2 itu sendiri,yaitu dengan di dirikannya sebuah program unggulan yang bernama ILTIZAM.

ILTIZAM, ya… memang benar nama ini  mungkin akan menjadi asing bagi orang yang pertama kali mendengarnya,namun dikalangan santri al hikmah 2 sendiri nama yang tersusun atas 6 huruf hijaiyah sendiri sudah sangat populer di kalangan mereka, khususnya dikalanga santri putra nama ini dijadikan sebuah kamplek yang mana didalamnya terdapat program unggulan bagi para santri yang ingin mendalami b.arab dan kitab kuning.

Adapun santri yang sudah menempat dikomplek iltizam sendiri, itu di tuntut untuk memulai membaca kitab dan memahaminya sedikit demi sedikit,baik itu dalam segi ngi’robin,mengartikan,nahwu shorof dll,tak hanya itumereka juga lebih diperhatikan dalam hal apapun,khususnya dalam hal belajar perkembangan mereka akan sangat diperhatikan oleh para pembinanya, namun di samping itu juga iltizam sendiri mengadakan ELIMINASI bagi anggotanya yang dirasa malas-malasan dalam balajar,karenanya santri-santri yang bisa masuk komplek ini pun tadak sembarang,dan bagi mereka yang ingin masuk harus melewati tes terlabih dahulu,dan ini biasanya di adakan pada awal tahun ajara baru.disamping itu perlu di garis bawahi, didirikannya komplek unggulan ini memiliki tujuan sabagai komplek percontohan bagi santri-santri yang lain,baik itu dalam kebersihan,kerapian,belajar,dll.

Ngomong-ngomong tentang asal-usul,tak hanya indonesia yang memilikinya,iltizam sendiri memiliki asal-usul yang menariik jika diceritakan.

Pada awalnya iltizam bukan sebuah nama dari komplek itu,melainkan AL BAYADIR-lah kata yanng pertama kali digunakan,Al Bayaddir sendiri yang memiliki arti “penggelingan padi” bermaksud “pembentukan karakter seseorang” dengan harapan, kompek yang memakai nama ini nantinya bisa mencetak orang orang yang hebat dan berguna bagi masyarakat, seperti halnya gabah yang masuk dalam penggilingan, setelah lama melewati proses yang ada di dalamnya gabah tersebut keluar menjadi beras yang sangat putih dan bersih, dimana dia sangat dimanfaatkan dan digunakan oleh orang orang di sekitarnya, larna itu, santri santri yang nantinya menetap di komplek ini diharapkan menjadi kiasan dari gabah tersebut ketika keluar dari penggilingan, kata lain ketika menjadi alumni

Namun sangat disayangankan, pada kenyataannya nama ini tidak bertahan lama, setelah berjalan kurang lebih 2 ssampai 3 bulan ternyata nama ini diganti oleh salaah satu dewa pengasuh PP Al Hikmah 2 selaku pencetus berdirinya komplek unggulan itu sendiri

Iltizam yang memiliki arti mampu atau sanggup bermaksud “kesanggupan para santri yang bertempat di kompek tersebut dalam menjalani segala peraturan dan tuntutan yang ada di dalamanya” dengan harapn digantinya nama bayadir menjadi iltizam itu  agar para santri yang menetap di komplek ini bisa berfikr bawasannya ketika ia sudah menempat disana berarti ia sanggup untuk menanggung semua yang ada didalamnya baik itu dari segi peraturan prestasi belajar akhlak dan lain-lain.

Selain itu program ini juga tidak memandang dari mana asal sekolah ia belajar karna pada mulanya selain menjadi percontohan dari santri2 yang lain program ini juga bertujuan untuk memprterat hubungan masing masing sekolah yang ada di alhikmah 2 itu sendiri.

Nah, mungkin itu sekilas dari komplek percontohan PP Al Hikmah 2 atau yang biasa disebut dengan ILTIZAM.

About M Fachri Hibatullah