Home / Berita / Merajut Kebangsaan Melalui Pesantren

Merajut Kebangsaan Melalui Pesantren

Grup band Slank melakukan tur di empat kota di Indonesia. Berbeda dengan tur sebelumnya, kali ini, mereka menggelar tur di pondok pesantren.

Di Brebes, mereka menyambangi Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Kamis (14/9/2017) malam.

 

Dalam rangkaian tur silaturahmi dengan tema Merajut Kebangsaan itu, band dengan personel Kaka (vocal), Bimbim (drum), Ivan (bass) dan Ridho (gitar) tidak hanya menggelar pertunjukan musik.

Slank didampingi budayawan Zastrouw Al Ngatawi dan Direktur Wahid Institute yang juga putri mendiang Presiden RI keempat Gusdur, Yenny Wahid, juga melakukan dialog kebangsaan, tausiah, serta bakti sosial dengan para santri dan masyarakat.

Puncak rangkaian acara ditutup dengan pertunjukan musik Slank. Sebanyak 13 lagu dibawakan oleh band legendaris yang sudah berkiprah 34 tahun di kancah musik Indonesia itu.

Ribuan penonton, baik warga sekitar pondok pesantren, santri, dan Slankers dari berbagai daerah tampak begitu bersemangat dalam mengikuti alunan musik Slank yang enerjik, santai, namun sarat akan pesan-pesan moral.

Para Santri dan Slankers (sebutan fans Slank) berbaur menyanyikan setiap lirik lagu Slank.

Lagu- lagu yang dibawakan Slank sedikit berbeda dengan konser mereka pada umumnya. Mereka menyanyikan lagu sesuai dengan tema konser kali ini, seperti Garuda Pancasila.

Selain itu, mereka menyanyikan lagu Doa.

“Kalau mau sukses harus berdoa,” kata Kaka.

Lagu dengan pesan moral untuk menjauhi narkoba juga dibawakan.

“Pemuda zaman sekarang merupakan generasi milenial. Generasi milenial itu bergerak dan berubah sangat cepat. Tapi kalau nge-drugs, loe bakal lambat, ketinggalan sama yang lain,” pesan Kaka.

 

 

 

*repost from: http://jateng.tribunnews.com/2017/09/15/ketika-para-santri-di-brebes-bernyanyi-rock-bersama-slank-dalam-konser-merajut-kebangsaan

About Santri Alhikmahdua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *