Home / Hikmah / Meneladani Sifat Sahabat Abdullah Bin Rawahah

Meneladani Sifat Sahabat Abdullah Bin Rawahah

Setelah Rasulullah SAW dan kaum muslimin menaklukkan orang-orang Yahudi Khaibar. Kaum muslimin mendapatkan banyak harta rampaasan perang, salah satunya adalah perkebunan kurma yang luas. Rasulullah SAW. membiarkan perkebunan itu digarap oleh orang-orang Yahudi Khaibar dan hasilnya akan dibagi untuk kedua pihak. Saat itu Rasulullah SAW. mengutus Abdullah bin Rawahah untuk menaksir jumlah kurma yang akan dipanen (Abdullah memang terkenal dengan kepandaiannya menaksir).

Orang-orang yahudi ingin menyogok Abdullah bin Rawahah untuk mengubah hasil taksiran tersebut agar mereka mendapat keuntungan, dan jawaban yang mereka dapat adalah “Wahai musuh-musuh Allah, kalian ingin memberiku barang haram, hah? Demi Allah, saya diutus datang kepada kalian oleh orang yang paling saya cintai bahkan lebih dari cinta saya kepada diri saya sendiri. Dan kalian adalah orang yang paling saya benci melebihi kera dan babi. Benciku kepada kalian dan cintaku kepadanya (Rasulullah) tidak akan membuatku berbuat tidak adil.

Inilah integritas tinggi yang ditunjukkan oleh Abdullah¬† bin Rawahah. Sepatutnya kita sebagai bangsa dengan mayoritas penduduk muslim meneladaninya. Tapi mengapa bangsa kita terkenal dengan bangsa yang terpuruk karena suap, korupsi, kolusi, dan nepotisme? Seharusnya mental bangsa ini seperti mental Sahabat Abdullah bin Rawahah, dengan tegas menolak suap dan bersifat adil. Andaikan bangsa ini meneladani sifat beliau, kata “suap-menyuap”dan “ketidak adilan” akan menjadi jarang terdengar di telinga kita.

Ini bukanlah sebuah doktrin untuk menyalahkan orang-orang yang memiliki jabatan-yang sering di klaim sebagai pelaku suapa atau yang lainya. Saya hanya mengajak kita semua untuk berintropeksi diri. Pada faktanya suap-menyuap dan yang lainnya tidak hanya terjadi di lingkungan para pemegang jabatan, tapi juga terjadi di sekitar masyarakat biasa. Marilah kita berintropeksi diri. Apakah kita termasuk orang yang masih sering melakukan suap atau berlaku tidak adil?

About teguh satria