Home / Santri Menulis / Mati Kelaparan di Ladang Makanan

Mati Kelaparan di Ladang Makanan

Pada suatu malam aku melihat ayah sedang melamun diruang tamu, sorot matanya memandang sebuah lampu yang berada tepat diatasnya, aku penasaran dengan apa sih yang sebanarnya ayah sedang lakukan, akhirnya aku pun membulatkan tekad untuk memberanikan diri bertanya kepada ayah.

“Ayah..ayah…”, aku memanggilnya dengan nada bahagia disamping untuk mengagetkan lamunan ayahku, namun ternyata ayah tak menyadari akan kehadiranku disampinya, akhirnya dengan niat ngerjain aku lantas berteriak “DOoooooorr….”, sontak ayahku loncat terkagetkan atas apa yang aku lakukan padanya. Lalu dia menegurku “ari……..sedanga apa sih kamu..?”, dengan gayanya yang sudah biasa ku lihat ,” lagian….. dari tadi di panggil kok ngelamun terus…emang lagi mikirin apaan sih yah….?”, dengan perasaan tak bersalah aku menjawab.

Bukannya menjawab ayah malah menunjukanku sesuatu “tuh…coba kamu lihat ke atas..!”, dengan perasaan bingung “emang kenapa yah..?itu kan lampu…”, ayahku tersenyam atas pertanyan yang tadi ku lontarkan padanya lalu dia menjawab”bukan yang itu ri… tapi coba kamu perhatikan apa yang ada di sampingnya…!”, dengan rasa penasaran aku mulai memperhatikan apa yang dimaksud ayahku tadi. Setelah lama ku perhatikan, aku tak menemukan sesuatu yang aneh dari lampu terebut, hanya saja karena sekarang musim hujan jadi banyak sekali laron yang masuk ke rumahku dan berkerumunan disetiap lampu yang menyala, lama ku tatap lampu itu, sampai akhirnya ayahku bertanya kaembali “gimana ri….? udah nemu belum….?”, dengan senyumnya ia bertanya.

-(Bersambung)-

About M Fachri Hibatullah