Wednesday , 25 April 2018
Home / Berita / Kisah Perjalanan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW oleh Gus Nasyarudin Masruri

Kisah Perjalanan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW oleh Gus Nasyarudin Masruri

          (malam peringatan Isro’ Mi’roj)

Benda,Alhikmahdua.net-Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW –Isra Mi’raj adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.

Peristiwa Isra Mi’raj terbagi dalam 2 peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam diberangkatkan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. di situ Nabi mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu.

Namun setelah kembalinya Nabi Muhammad SAW dari perjalanan tersebut, banyak diantara kaum muslimin dan orang-orang munafik pada saat itu yang meragukan perjalanan dan cerita Nabi Muhammad SAW. Karena ini merupakan sebuah peristiwa besar yang bagi beberapa akal manusia pada saat itu tidak bisa menerimanya.

Berbeda dengan kaum muslimin yang lain, Abu Bakar yang merupakan sahabat sekaligus mertua Nabi Muhammad SAW ketika ditanya mengenai hal tersebut menjawab dengan mantap bahwa hal tersebut “pasti terjadi” jika yang mengatakannya adalah Muhammad sendiri.

Menurut cerita dari Ali bin Abi Tholib, setelah mendengarkan kesaksian dari Abu Bakar tersebut, Nabi Muhammad SAW sendiri melalui lisannya, mengatakan bahwa Abu Bakar adalah orang yang memiliki sifat Sidiq, yang berarti “orang yang membenarkan.” Sejak saat itulah, Abu Bakar r.a mendapat julukan As-Siddiq.

Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah salat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini.

Dalam berbagai Hadits dikatakan bahwa perjalanan Isra Mi’raj terjadi di malam hari yang melibatkan jasad dan ruh Nabi Muhammad SAW yang ditemani oleh Jibril.

Isra Mi’raj dimulai dari Masjidil Haram di Mekah menuju ke Baitul Maqdis di Palestina (Masjidil Aqsa). Hal tersebut sesuai dengan firman Allah di dalam Alquran yang artinya, “Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.” Surah Al-Isra ayat 1.

Ada beberapa kelompok yang menanggapi tentang Isro’ Mi’roj.

Ada yang mengatakan Nabi Isro’ dengan jasadnya saja atau dengan ruhnya saja. Penanggapan ini benar dan tidak sampai merusak aqidah, tetapi secara hujjah, ini adalah peristiwa yang besar yang tidak semua orang bisa. Ada yang mengatakan bahawa Nabi diangkat kelangit bukan karena diisra’kan tetapi karena sebab NAbi adalah orang yang sakti. Hal tersebut seolah – olah benar tetapi akan merusak aqidah dan sedikit demi sedikit akan mendatangkan kemurtadan karena tidak mengakui adanya mu’jizat Alloh. Padahal menurut sejarah, Sejak kecil NAbi tidak pernah berguru kesaktian kepada siapaun.

Semoga kita ditetapkan oleh Alloh untuk mempercayai bahwa peristiwa ini adalah atas dasar kebesaran Alloh SWT. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

(Qi)

About wasilatul khuluqi

Leave a Reply

Your email address will not be published.