Saturday , 23 June 2018
Home / Khazanah / Kisah Nabi Yusuf AS

Kisah Nabi Yusuf AS

Nama Yusuf disebut dalam Al-Qur’an kurang dari dua puluh enam  kali, yaitu pada surat al-An’am:84 ; yusuf:4,7,8,9,10,11,17,21,29,46,51,56,58,69,77,80,84,85,87,89, 90(dua kali ),94,99; dan al-Mukminun:34. Nabi Yusuf  Asadalah salah satu putra Nabi Yaq’ub, yang selanjutnya juga diangkat oleh Allah menjadi Nabi dan Rosul-Nya.

Diriwayatkan bahwa diantara 12 orang anak Yaq’ub, Yusuf dan Bunyamin adalah dua orang anak  yang paling dicintai, sehingga hal ini menimbulkan iri hati saudara-saudaranya yang lain. Apalagi Yusuf memang memiliki wajah yang sangat rupawan dan bentuk tubuhnya pun bagus. Terlebih lagi ibunya, Rahil, meninggal lebih dahulu, sehingga Ia dan Bunyamin menjadi lebih disayangi oleh Nabi Yaq’ub As, karena sudah tidak beribu lagi.

Diceritakan bahwa suatu malam Yusuf bermimpi melihat 11 bintang, bulan dan matahari bersujud kepadanya. Esok harinya, Yusuf kecil pun menceritakan hal itu kepada ayahnya. Al-Qur’an sendiri dengan jelas menggambarkan bagaimana penuturan Nabi Yusuf dan jawaban ayahnya, Nabi Yaq’yub saat mendengar penuturan Yusuf, dalam surat yusuf ayat 4-5, “ (ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada Ayahnya:

“ Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi  melihat sebelas bintang , matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku”. Ayahnya berkata: “ Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”

Tanpa sepengetahuan Yusuf dan ayahnya, ternyata salah seorang saudaranya mengetahui pembicaraan ayahnya itu. Sejak saat itu, mereka makin membenci Yusuf dan selalu berusaha mencelakainya, sehingga akhirnya mereka pun menemukan muslihat untuk menyingkirkan Yusuf, yaitu dengan mengajak  Yusuf berburu binatang hutan. Mula-mula Nabi Yaq’ub tidak mengijinkan tapi setelah mereka menunjukkan kesanggupannya menjaga Yusuf dari bahaya, maka nabi Yaq’ub tidak melarangnya lagi. Tinggal Bunyamin yang menemani Nabi Yaq’ub di rumah.

Di tengah hutan mereka hendak membunuh yusuf, namun tidak sampai hati, dan atas usul salah seorang dari mereka, akhirnya yusuf dimasukkan ke dalam sumur, setelah sebelumnya baju yusuf dilepas lebih dahulu.kemudian mereka membunuh hewan, darahnya ditumpahkan ke baju yusuf.

Setelah pulang, mereka berkata kepada ayahnya bahwa Yusuf telah dimakan serigala hingga bajunya berlumuran darah. Nabi Yaq’ub sangat sedih mendengar berita itu.demikian sangat sedihnya sehingga matanya menjadi buta.yusuf sendiri ditemukan oleh segerombolan kholifah yang hendak mengambil air, lalu dibawa sebagai tawanan, lalu dijualnya di negeri mesir sebagai budak.

Akhirnya yusuf dibeli oleh menteri kerajaan bernama Qithfir, yang lalu diserahkan kepada istrinya, Zulaikha. Karena tidak mempunyai anak, Qithfir dan istrinya sepakat menjadikan Yusuf kecil sebagai anak angkatnya. Namun karena ketampanannya, perhatian Zulaikaha bukan sebagai seorang ibu dan anak, Zulaikaha tertarik kepada Yusuf sebagai seorang wanita kepada seorang laki-laki dewasa, sehingga suatu hari ia berusaha memperdayai Yusuf agar mau berbuat tidak pantas dengannya.

Yusuf hampir tergoda, namun Ia segera ingat kepada tuhan. Yusuf pun menolak ajakan Zulaikha dan segera melarikan diri dari dalam kamar. Zulaikaha mengejar dan berhasil memegang baju belakang Yusuf, pada saat itu tiba-tiba Qithfir datang. Terjadilah saling tuduh menuduh. Namun, akhirnya ketahuan siapa sebenarnya siapa yang ingin berbuat keji. Meskipun tidak bersalah, untuk meredam berita, akhirnya Yusuf dipenjara. Tapi toh berita  itu tetap tersebar di kalangan elit mesir.

Di dalam penjara, Yusuf ditempatkan bersama dua orang pelayan raja, yaitu Nabo (kepala bagian minuman) dan Malhab (kepala bagian makanan  kue-kue). Keduanya dituduh hendak membunuh raja dengan menaruh racun dalam makanan dan minuman. Di dalam penjara, Nabo dan Malhah menceritakan mimpinya kepada Yusuf, yang kemudian mimpi tersebut ditafsirkan oleh Yusuf. Beberapa hari kemudian tafsir mimpi itu terbukti kebenarannya, Nabo dibebaskan dari tuduhan dan diperbolehkan bekerja di istana lagi. Sedang malhab dihukum mati karena terbukti kebenarannya hendak meracuni raja.

Pada suatu hari raja memanggil semua penasehat dan tukang ramalnya untuk mengartikan mimpi sang raja. Namun tidak ada seorang pun yang mampu memberikan jawaban memuaskan. Raja sangat kecewa. Pada saat itu, Nabo pun ingat akan kepandaian Yusuf sewaktu berada di penjara, sehingga ia pun memberanikan diri untuk menceritakan tentang kepandaian yusuf dalam menafsirkan mimpi. Akhirnya, yusuf pun dipanggil ke istana, dan diangkat menjadi menteri ekonomi. Yusuflah yang mengepalai pembendaharaan negera. Ia menjadi kepala gudang agar dapat menanggulang keserakahan para pejabat dan penindasan mereka terhadap rakyat kecil terutama jika nanti tiba musim paceklik. Yusuf pun mampu menunaikan semua tanggung jawab itu dengan baik. Bahkan ketika paceklik melanda, dan saudara-saudaranya pun datang ke Mesir untuk menukar emas dengan bahan-bahan makanan.

Diriwayatkan bahwa paceklik dan kemarau panjang pada masa itu melanda hampir seluruh negeri, tak terkecuali dengan daerah palestina, tempat tinggal nabi Yaq’ub dan saudara-saudaranya yusuf. Karena tidak ada persiapan khusus untuk menghadapi kemarau panjang dan paceklik, mereka pun kelabakan. Rakyatnya pun banyak yang menderita kelaparan. Mendengar di Mesir banyak tersedia bahan makanan dan boleh dituka rdengan emas, maka anak-anak nabi Yaq’ub pun pergi ke Mesir untuk menukar emas yang mereka miliki dengan bahan makanan, akhirnya Yusuf pun dapat berkumpul dengan ayah dan saudara-saudaranya dalam suasana  haru dan bahagia.

Sumber : Sketsa Al Qur’an

About Muhammad Naofal Chilmi

Santri Al Hikmah 2 asal Wonosobo - Jawa Tengah. Email : vhampirewriters@gmail.com