Saturday , 23 June 2018
Home / Santri Menulis / Ketika Seorang Budak Bermimpi Menjadi Raja
Budak adalah orang yang dikontrol

Ketika Seorang Budak Bermimpi Menjadi Raja

Budak tidak memiliki kebebasan
Di sebuah pasar budak, ada dua orang budak yang berbincang sambil menunggu orang yang akan membeli mereka. Mereka mengobrolkan banyak hal hingga akhirnya obrolan mereka menyinggung tentang mimpi. Budak pertama bertanya pada kawannya, “Jika kamu merdeka, apa mimpimu?”
Budak kedua menjawab. “Aku ingin menjadi ketua juru masak istana. Aku ingin memasak dan menyuguhkan makanan untuk Raja dan keluarganya.”
Budak pertama mengangguk-angguk. “Bagus, kamu pasti akan menjadi juru masak yang hebat.”
Budak kedua tersenyum. “Terimakasih. Lalu, kamu sendiri, apa mimpimu?”
Budak pertama menjawab dengan lirih namun tegas. “Aku ingin menjadi raja.”
Tentu saja jawabannya membuat kawannya tertawa menghina. “Kamu ini budak, mana mungkin raja dari bekas seorang budak!” Namun budak pertama tak menghiraukannya, ia hanya diam dan yakin dengan mimpinya.

Suatu hari seseorang membeli mereka berdua, ternyata orang itu adalah orang suruhan Raja. Sesampainya di istana, mereka dihadapkan kepada Raja. Raja bertanya pada budak kedua, “Apa keahlianmu?”
Budak tersebut menjawab bahwa ia pandai memasak dan meracik bumbu-bumbu, maka Raja menempatkannya di dapur sebagai juru masak. Raja menanyakan hal yang sama kepada budak pertama, namun budak tersebut tak memiliki keahlian apa pun sehingga ia tetap dijadikan budak di istana.

Tiba-tiba di suatu ketika segerombolan besar orang menyerang Negara tersebut. Karena kalah jumlah dan tidak siap, Negara tersebut hampir saja kalah, terlebih Raja mereka mati terbunuh. Namun budak pertama bertindak cepat, ia mengumpulkan tentara-tentara yang masih tersisa, menyusun strategi, lalu menggempur musuh habis-habisan sehingga mereka meninggalkan Negaranya. Rakyat pun mengangkat budak tersebut menjadi Raja di Negara mereka.

Mimpi budak itu tercapai, ia menjadi seorang raja meskipun ia adalah bekas seorang budak. Budak itu adalah Malik Mudhofar Quds yang berhasil mengusir Qatr (Mongol) dari Mesir di perang Ain Jalut yang terjadi di Palestina.

Dikisahkan oleh Syaikh Mahir Hasan al-Munajib

(Nela)

About Nela

Jadi, saya suka baca dan tulis