Kultum Ramadhan

Islam dan Akhlak

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

Saudara Pemirsa, salah satu sabda nabi  SAW, menjelsakan tujuan kehadiran beliau adalah

انما بعثت لأتمما مكريم الاخلاق

“Aku tidak diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlak yang luhur”

kalau di dalam al Qur’an kita menemukan Allah berfirman:

وما ارسناك الا رحمة اللعالمين

“Kami tidak memutusmu kecuali untuk membawa rahmat seluruh alam”

Itu berarti bahwa akhlak yang diajarkan Rasulullah SAW dan yang harus menghiasi diri setiap muslim berdasarkan rahmat dan kasih sayang.

Saudara, kata akhlak berbentuk jama’ dia seakar dengan kata khalik yakni sang pencipta dan makhluk yang diciptakan, kata akhlak  pada mulanya berarti pembiasaan, memang, akhlak harus dibiasakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dengan mudah tanpa terpaksa itulah akhlak, ada akhlak yang baik dan ada juga akhlak yang buruk.

Ada kaitan antara akhlak, khalik dan makhluk, di dalam kitab-kitab agama ditemukan bahwa Allah menciptakan manusia sesuai dengan petanya??

ان الله خلق ادم على صورته

Demikian sabda Nabi, nah makna sabda ini bahawa manusia diberi potensi untuk mencontohi dan meneladani sifat-sifat tuhan, karena itu pula Nabi SAW, bersabda:

تخلقوا اخلاق الله

“Hendaklah kalian berakhlak dengan akhlak Tuhan sesuai kemampuan kalian sebagai makhluk”.

Kita diperintahkan oleh Nabi untuk berusaha meneladani akhlak Tuhan sifat-sifat Tuhan sesuai kemampuan kita sebagai makhluk, nah, puasa adalah salah satu upaya untuk meneladani sifat-sifat Allah itu sesuai kemampuan kita sebagai makhluk, Allah tidak makan, tidak minum, tidak memiliki pasangan, kita sebagai makhluk berusaha meneladaninya sesuai kemampuan kita, maka dalam puasa kita tidak makan, tidak minum dan tidak berhubungan suami istri sesuai dengan kemampuan kita sebagai makhluk. Namun, akhlak banyak bentuk jama’nya menunjukkan bahwa ada banyak aspek dari akhlak, karena itu ada akhlak kepda Allah ada akhlak sesama manusia ada akhlak kepada binatang bahkan dengan lingkungan.

Agungkanlah Allah dan berprasangka baik turus kepadaNya itulah dasar akhlak kepada Allah, perlakukanlah manusia sebagaimana anda ingin di perlakukan itulah dasar akhlak sesama manusia dan pelihara, bimbinglah, antarlah segala sesuatu menuju tujuan penciptaaannya itulah dasar akhlak kepada lingkungan kita.

Saudara, karena akhlak banyak aspeknya maka puasa yang kita dibiasakan untuk melakukannya sebulan penuh bertujuan bukan hanya meneladani Allah dengan tidak makan dan tidak minum, tetapi berupaya meneladani Allah dalam segala sifat-sifatnya. Allah Maha Mengetahui, maka kita tingkatkan pengetahuan, Allah Maha Kaya dalam arti tidak membutuhkan sesuatu, maka kita tingkatkan pula kemampuan kita sehingga kita tidak membutuhkan kecuali kebutuhan-kebutuhan pokok kita, Allah Maha Pemaaf, Allah Maha Agung, Allah Maha Pencipta, Allah Maha Damai, itu semua kita upayakan untuk kita teladani agar kita mampu berakhlak dengan yang akhlak yang luhur dan itulah tujuan keberagamaan kita.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also
Close
Back to top button