Home / Agenda / Haul ke 8 Almaghfurlah KH.Masruri Abdul Mughni,Hidupnya di Dedikasikan Untuk Pesantren ,NU dan masyarakat

Haul ke 8 Almaghfurlah KH.Masruri Abdul Mughni,Hidupnya di Dedikasikan Untuk Pesantren ,NU dan masyarakat

(Rois Am PBNU KH.Miftahul Akhyar memberikan Mauidzoh Hasanah )

Brebes, Haul adalah agenda tahunan pondok pesantren alhikmah2 dua untuk mengenang perjuangan luar biasa dari perjalanan riwayat Hidup KH.Masruri Bin Abdul Mughni. Muassis pendiri pondok pesantren alhikmah dua  desa benda,Kec:sirampog,Kab:Brebes,jawa Tengah.

Pada Haul ke 8 ini Rawuh diantaranya Rois Am PBNU Almukarrom KH.Miftahul Akhyar,KH.Irfan Bin Abdul Hamid(pengasuh yayasan pondok pesantren tambak beras)KH.M. Hasib Wahab Hasbullah(putra Almaghfurlah KH.Wahab Hasbullah) Rawuh juga para Habaib,Para tokoh Nahdlatul Ulama lainya serta Masyarakat dan Alumni pesantren Alhikmah.

KH.Masruri Bin Abdul Mughni adalah muassis ponpes alhikmah2 ,yang semasa hidupnya sangat giat mengabdikan diri pada ilmu dan Nahdlatul ulama,ini terbukti dari perjalalan hidup beliau yang  sangat luar biasa ,baik kesibukan dipondok pesantren alhikmah2  sendiri ataupun diluar pondok,kedekatan abah masruri tidak tebang pilih  ,beliau adalah panutan bagi siapa saja, baik dari santri santrinya,pedagang kecil,petani,politikus ,pejabat dan kalangan lainya,karna beliau adalah seorang yang sangat menghormati ,dan memuliakan tamu tamunya

Kesan tersebut tercermin ditembok bagian depan pintu masuk pondok pesantren  alhikmah2 dua ,beralaskan dari pengamalan hadis

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَ

يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ.

رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.”

seolah beliau ingin memberi pesan bagi siapa saja yang masuk kepondok pesantren untuk memuliakan orang lain ,terkhusus seorang yang ingin bertamu .

Serta beliau slalu mengumandangkan ,mengajak siapapun untuk terus mencari ilmu , ngaji ngaji dan ngaji,karna dengan ilmu seorang dapat memiliki ahlak yang baik dan hidup bermartabat ,ungkap KH.Izzuddin putra dari abah masruri dalam sambutan pada  haul kali ini.

Lanjut beliau abah masruri merupakan orang yang sangat dekat dengan menjalin silaturahmi kepada para santri dan alumninya beliau tidak membedakan santri santrinya,bahkan kedekatan itu membuat siapapun merasa dekat dengan beliau.

Dedikasi hidup beliau sangat kental dengan Dunia pesantren,Nahdlatul Ulama  dan masyarakat.

Kecintaan Abah masruri kepada NU diwujudkannya sejak muda  dengan  aktif diberbagai underbow NU,seperti pandu ansor dan IPNU ,di IPNU beliau menjadi pengurus sejak 1957 sampai dengan 1965.sedangakan di NU masa pengurusanya dimulai dari tingkat ranting sampai wilayah .yaitu dari tahun 1965 sampai maut memisahkan beliau dengan organisasi yang sangat dicintainya.beliau berturut turut pernah menjadi rois syuriah cabang brebes selama dua periode ,setelah itu beliau melanjutkan khidmahnya di NU sebagai  ROIS SYuriah PWNU jawa tengah pada tahun 2003-2008  dan beliau terpilih kembali untuk kedua kalinya sebagai ROIS Syuriah NU jawa tengah periode 2008 hingga 2013  pada konferensi wilayah NU jawa tengah  yang dipimpin ketua Umum PBNU  ketika itu KH.Hasyim Muzadi.

Namun belum sempat menuntaskan khidmah periode keduanya sebagai Rois Am PWNU Jateng ,beliau “kepundut”di baqi” kota madinah Almunawwaroh pada tahun 2011.

Dari beliau bisa kita petik pelajaran dalam kepemimpinanya seperti pepatah jawa mengatakan”INNGARSO SUN TULODO ING MADYA MANGUN KARSO TUTWURI HANDAYANI”ketika Almaghfurlah berada didepan beliau memberikan suri tauladan yang sangat baik,ketika almaghfurlah berada ditengah beliau membangkitkan semangat,tekad niat yang kuat,dan ketika beliau berada dibelakang  memberikan semangat dorongan moral.

dikisahkan dari  KH.Hamid Rusdi( Alumni pertama Pondok pesantren Alhikmah) pernah suatu ketika Almaghfurlah KH.Masruri Abdul Mughni berpesan kepada santri santrinya bahwa “jika kelak kalian (santri) ada ditengah masyarakat dan mulai berkhidmah ,maka kalian harus tau bahwa kalian itu ibarat memperoleh sebuah rumah maka kalian tinggal memperbaiki genting,mengecat dan membersihkan sampah dan harus diingat bahwa yang memasang pondasinya adalah pendahulu pendahulu kalian,hormatilah jasa mereka sebagai  bentuk ta’dzim kepada masayikh dan pendahulu kalian. seolah beliau memperingatkan bahwa Dakwah haruslah dengan santun dan ahlak yang mulia.

Almaghfurlah juga pernah berpesan”Santri kalu pulang harus mengamalkan ilmunya walaupun hanya kepada dua orang,dan dua orang itu nantinya juga akan mengembangkan ilmu tersebut hingga menjadi banyak.

Rois Am PBNU,KH.Miftahul Akhyar mengatakan”Manakala disuatu tempat ada Haul,ada barzanjian,manaqiban dll disitulah berkah itu ada”

Lanjut beliau,Allah akan mengurangi kekuatan manusia dengan cara mengambil para ulama’(orang orang yang mulia) dan haul ini adalah momentum untuk mengambil ,meneladani mutiara hikmah dari perjalanan almaghfurlah dalam berkhidmah di Nahdlatul Ulama khusunya.

Seiya sekata juga disampaikan oleh  KH.Irfan Abdul Hamid ,beliau adalah teman haji  Almaghfurlah  KH.Masruri Abdul Mughni sewaktu Almaghfurlah berangkat haji tahun 2011 dan ketika almaghfurlah kapundut di madinah .dalam sambutanya beliau mengatakan”NU adalah jam’iyah sing barokahi,saya dan kalian tidak akan masuk surga kecuali mempunyai/melalui perantara dan perantara itu adalah NU” kita belum tentu masuk surga maka dari itu kita perlu goce’an (bergandeng tangan)dan goce’an itu adalah Jamiyah Nahdlatul Ulama,dan manusia akan dikelompokan kepada siapa yang mereka cintai. Tutur beliau.

KH.M Hasib Wahab Hasbullah(putra dari Guru Almaghfurlah KH.Masruri Abdul Mughni yaitu Almaghfurlah KH.Wahab Hasbullah di ponpes tambak beras jombang) juga menceritakan bahwa Almaghfurlah  adalah alumni popes tambak beras jombang seangkatan dengan Abdurahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan “Gusdur” bahwa santri tambak beras wajib hukumnya meneruskan perjuangan NU,dan itu sudah tercermin dari sosok KH Masruri Abdul Mughni.

Siapapun yang hidmah di Nahdlatul Ulama Akan mendapatkan keberkahan,beliau juga berpesan kepada santri dan hadirin  untuk tidak lepas dari jamiyah Nahdlatul ulama.

KH.Miftahul Akhyar juga berpesan”Jadilah orang yang cerdas Hatinya dan juga cerdas akalnya”dalam maksud lain bahwa  menjadi orang pintar saja tidak cukup namun harus didampingi dengan kehebatan spiritual untuk menjadi orang yang “pinter tur bener”, dan yang mampu mencetak itu adalah pondok pesantren.

Masih menurut KH.Miftah, Syekh Husen Bin Yusuf mengatakan beliau sekurun dengan Imam Junaidi”Didunia ini ada dua kelacutan(perselingkuhan) pertama:perselingkuhan ilmu pengetahuan dan yang kedua adalah perselingkuhan harta benda.

Dalam maksud perselingkuhan ilmu pengetahuan yaitu orang pintar yang keblinger tidak di fasilitasi oleh kekuatan spiritual jika demikian harapan harapan akan menjadi kosong,orang yang pinter  dan juga bener insalloh akan menjadi kader kader terbaik yang mampu memberikan solusi kepada umat,dan ini parallel dengan optimist bangsa Indonesia yang akan menyambut era  bonus demografi pada tahun 2035 yaitu suatu era produktif akan dominan dinegara ini”pungkas beliau.

Penulis: ulil Absor.

Lokasi acara :pon pes alhikmah dua tgl 1 september 2019 bertepatan 1 muharram.

About Ulil Abshor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *