Home / Headline / Berbagi Cerita Rihlah, Al Hikmah Ngalap Berkah

Berbagi Cerita Rihlah, Al Hikmah Ngalap Berkah

IMG_7832Perjalanan Rihlah Pon. Pes. Al Hikmah 2 yang ditempuh dua hari tiga malam, telah berlalu (16/04) sampai tanggal (19). Dari desa Benda berangkat pukul 21.30 menuju ke Yogyakarta Pon. Pes. Pandanaran, dan seterusnya menjelajah ke daerah Jawa Timur, menapak tilasi studi abah Masrur dan putra-puteri beliau. Bermaksud untuk ngalap berkah, bahasa nagapaknya, bahasa lainya sambung tali silaturrahim.

Tujuan pertama yaitu pesantren Pandanaran, terletak di kota istimewa Yogyakarta, daerah Sleman. Dahulu pesantren tersebut diasuh oleh mbah kiyai Mufid Masud, sampai sekarang Alhamdulillah pesantren Pandanaran terus berkembang. Dalam ceritanya, yang diceritakan oleh KH. Mutasim Billah kepada kita, “Dahulu pesantren kita bertempat di atas tanah wakaf sekitar 2000 m2 dengan bangunan di atasnya berupa sebuah rumah dan sebuah masjid, area yang sekarang disebut komplek satu. Seiring perjalanan waktu, PPSPA telah mampu mengembangkan pendidikan-pendidikan yang dikelolanya. PPSPA sekarang memiliki lima komplek asrama yang terpisah-pisah, dengan jumlah santri mukim kurang lebih 1300-an anak”. Sekian.

Karena keikhlasan dan rasa pasrah yang totalitas untuk menegakkan agama, Allah memberikan kemudahan bagi hamba-hambanya yang ingin berusaha, berdoa dan bertawakkal. Terkadang orang ingin citanya diciptakan secara cepat, contohnya hari tersebut berusaha dan berdoa hari tersebut pula ingin diciptakan keinginanya. Hal tersebut tentu tidak patut sekali, karena status kita sebagai hamba Allah, bukan kita yang mengatur Allah tapi Allah lah yang mengatur kita. Allah akan memberikan satu dua atau tiga, itu urusan Allah SWT. Toh, kalau tidak diberikan oleh Allah pada waktu yang kita kehendaki, pasti Allah SWT akan memberi di waktu yang lebih penting lagi, di akhirat ketika amal kita diperhitungkan, amin.

Perjalanan selanjutnya kami menuju ke Klaten tepatnya di daerah Karang Anom, disana kita berziarah ke makam KH Moeslim Rifa’i Imampuro pendiri pesantren Al Muttaqien, setelah ziarah kita bersilaturrahim ke griya salah satu putera mbah Lim.

Tepat pukul 11.00 kita meninggalkan Klaten dan bus kita berlari menuju ke profinsi tetangga, Jawa Timur,  ke Tambak Beras Jombang.   Sesampainya di Jombang sekitar pukul 19.00 WIB, disana kita bertemu dengan salah satu kerabat abah Masrur dan nyai Adzkiya, beliau keluarga Mbah KH. Najib Abd. Wahab, keluarga ning Eri, sitri abah Sholahuddin Masruri. Setelah itu kita juga bersilaturrahim ke kediaman mbah Nashir, lalu dilanjutkan ke makam mbah Wahab Chasbullah pelopor NU. Juga tidak lupa berziarah ke salah satu guru abah Masrur yang memberikan ijasah kholashot al maghnam.

Perjalanan, dilanjutkan ke makam gus Dur tepatnya di daerah Tebu Ireng, berziarah ke makam beliau. Disana kita dipertemukan kejadian yang fenomenal, yakni ketika hendak naik ke bus, sepulang dari ziarah, kita-kita ini terkejut, bingung dan ada juga yang takut. Karena melihat foto kita sudah tercetak, satu per satu, tertempel didepan pintu bus. Yang terkejut, merasanya “wow! Istimewa banget ya!!! Kaya artis difoto-foto”, yang bingung pasti bertanya-tanya “ini bayar gak ya?”, dan yang takut juga banyak, “waduh kalau disuruh bayar gawat!”.

Hahaha, tuturan kita diatas sebagai merilekskan cerita kita saja kawan, agar terkemas seperti gado-gado, mantab!. Pedes manis asem sepet jadi satu. Lanjutkan!

Hari ke dua, kita melanjutkan perjalanan ke Rembang, bersilaturahim ke mbah Maimun Zubair, beliau diakhir penyampaiannya siraman rohani, menyampaikan “boleh-boleh saja kita moderen tetapi kitab-kitab ulama juga perlu dilestarikan”, dan menjelaskan banyak tentang belajar ilmu agama di masa sekarang ini, yang banyak terjadi fitnah, kerusakan agama.

Kunjungan ke dua masih dalam satu tempat, Sarang Rembang. Kita melanjutkan bersila bersama beliau gus Najih Maimoen di griya beliau. Di kediaman KH. Najih Maimoen, oleh beliau kita diberikan banyak kalimat-kalimat indah untuk memperjuangkan agama Allah SWT. “Al Quran sebagai pedoman utama hidup kita dan menghidupkan kajian kitab-kitab para ulama untuk menjaga iman kita, agar tidak radikal. Mengaji kitab-kitabnya para ulama seperti kitabnya mbah Nawawi Al Bantani dan lainya”.

Berlanjut ke Griya KH. Hamid Baedhowi, Lasem Rembang. Tidak lama di kediaman beliau, kita harus bergegas menuju masjid, melaksanakan ibadah shalat Jumat, bagi yang laki-laki.

Setelah melakasanakn shalat jumat dan segala macam peristirahatan, sekitar pukul 14.00 WIB kita melanjutkan ke Kudus, makam sunan Sayyid Ja’far Shadiq dan makam kekasih-kekasih Allah yang lainya.

Sampai di Kudus, sekitar pukul 16.00 WIB. Melaksanakan shalat ashar dan dzuhur secara jamak takhir. Lalu dilanjutkan dengan ziarah di makam sunan Kudus. Di Kudus, kita menghabiskan waktu senja di masjid jami menara Kudus. Disana kita mendengarkan bunyi tabuh bedug menjelang maghrib dengan menyaksikan pemandangan indah, Alhamdulilah.

Setelah melaksanakan shalat isya, kita bersiap-siap kembali ke bus. Dengan menggunakan ojek dengan tarif 1 ojek 8 ribu (dibagi 2 orang jadi 1 orangnya 4000 an).

Tujuan akhir kita berziarah di makam kiyai Syfaií di daerah Ungaran, Semarang. Menurut ceritanya adalah pejuang Mataram, komandan pasukan Sultan Agung, yang menyerang Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Juga termasuk pendiri pesantren Dondong.

Tiba disana waktu tengah malam, walaupun luluh mata sudah mengelem kedua kelopak mata kami, tetapi Alhamdulillah kita senang bisa berziarah ke makam beliau, semoga dapat barakah doanya, amin.

Dari Semarang ke desa Benda kira-kira 4 jam, ditambah waktu istirahat untuk shalat subuh di jalan 1 jam, kita sampai di Pondok pukul 06.00 pagi. Khaeer, assalamah wal aafiah.

About Pondok Pesantren Al -Hikmah 2

Pondok Pesantren Al Hikmah 2 berlokasi di dusun Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Membuka beragam unit Pendidikan mulai dari tingkat TK, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK, MMA, Ma'had Aly, STAIA, AKPER serta Tahfidzul Qur'an. Informasi Lebih Lanjut, Hubungi Kami di (0289) 511 0772 / 432 445

One comment

  1. kayonge ,,, wong tua paling tengah dwek kaeh ,,,, 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.