Home / Khazanah / Bolehkah Anak Mengganti Puasa Orang Tuanya ?

Bolehkah Anak Mengganti Puasa Orang Tuanya ?

Jika ada orang tua yang tidak berpuasa (ramadhan) dan dihari lainya pun tidak bisa menggantinya. Apakah kewajiban puasa tadi boleh diganti oleh anaknya ?

Jawaban :

Para fuqoha mengatakan bahwa orang yang sudah tidak mampu berpuasa, seperti orang tua yang manakala dia berpuasa mungkin terlalu payah. Tidak kuat. Ini berdasarkan ayat (Qs. Al-Baqarah : 184)

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

Boleh orang tua itu untuk tidak berpuasa. Kemudian nanti setiap hari, dia tidak berpuasa supaya memberikan makan satu mud kepada orang miskin. Membayar fidyah.

Begitu juga orang yang sakit yang tidak ada harapan sembuh. Itu boleh langsung tidak berpuasa. Dan sebagai ganti puasanya bukan digantikan oleh anak dan saudaranya, tapi sebagai ganti puasanya nanti membayar fidyah.

Jadi orang tua yang sudah barang tentu tidak akan muda kembali. Bila dasarnya tidak mampu puasa. Ataupun orang sakit tidak mampu berpuasa dan tidak ada harapan sembuh. Boleh tidak puasa. Kemudian tiap harinya diganti dengan memberikan makanan satu mud makanan atau setara 7 ons. Ya kalau di Indonesia otomatis beras. Puasa tersebut tidak boleh diganti oleh anaknya.

Namun apabila orang tua dan si sakit tersebut masih mampu, ya harus berpuasa.

Jadi yang boleh berbuka itu orang yang memang tidak bisa berpuasa sama sekali. Ataupun orang yang sakit yang tidak bisa diharapkan sembuhnya.

Disadur dari Dialog Interaktif Keagamaan bersama Al-Maghfulah KH. Moch. Masruri Abdul Mughni

About Tim Redaksi

Pondok Pesantren Al Hikmah 2 berlokasi di dusun Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Membuka beragam unit Pendidikan mulai dari tingkat TK, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK, MMA, Ma'had Aly, STAIA, AKPER serta Tahfidzul Qur'an. Informasi Lebih Lanjut, Hubungi Kami di (0289) 511 0772 / 432 445

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *