Home / Santri Menulis / Abah Dalam Rutinitasnya

Abah Dalam Rutinitasnya

KH. Masruri Abdul Mughni, almaghfurlah Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 2 yang telah wafat pada tanggal 20 November 2011M di Kota Munawarpoh ini memang alim ulama yang berkharismatik. Beliau yang kini telah menjamah pintu surga ini ternyata mempunyai kebiasaan-kebiasaan unik yang tidak semua santri ketahui. Dari banyaknya santri yang ada, sosok yang tawadhu’ ini tak pernah menomorduakan kepentingan santri di atas kepentingan pribadi. Dari situlah, Lelaki sepuh yang biasa dipanggil Abah oleh santrinya ini sangat menghormati tamu-tamu dari santrinya. Acapkali tamu tiba, baliau selalu menyiapkan daharan khusus untuk para tamu.

Tak pernah letih, kata itu sangat cocok untuk beliau. Setiap beliau ngasto selalu menyempatkan untuk membangunkan santri-santrinya yang terlelap ataupun ketiduran di Masjid, tak jarang juga bapak dari 16 anak ini langsung berkeliling untuk sekedar mencari santri yang masih angguk-anggukan karena mengantuk. Kebiasaan lain sosok pecinta kecap sindang sari ini yaitu ketika sepulang tindak tak pernah beliau meninggalkan santri-santrinya. Bagaimanapun keadaannya, baik pagi maupun siang, setiap ada jadwal ngasto beliau akan menyempatkan untuk mengaji bersama.

Abah Masrur yang sangat memperhatikan kebersihan ini juga terbiasa olahraga pagi sambil membaca ‘Ya hayyu ya qayyum’ hingga 1000 kali. Tak jarang juga beliau mengitari area Ponok Pesantren dengan tongkat di tangan kemudian dilanjutkan mengontrol setiap tanaman kesukaan yang telah dibawa dari berbagai penjuru dunia. Setiap pagi tak pernah sosok penggemar batik ini meninggalkan dahar serabi dengan teh Tropica yang tak lupa diberi daun mint, kebiasaan ini dilakukan juga dengan membaca Koran. Menu sarapan yang dugemari adalah lalaban dan sambal. Tak lupa beliau mencuci tangan, tak peduli menggunakan atau tidak menggunakan sendok. Namun kebiasaan yang sering Abah lakuakan adalah makan tanpa sendok.

Kontrol kesehatan satu bulan sekali juga telah menjadi rutinitas, dengan mobil Fortune dan Mang Kamung sebagai sopirnya dan tak pernah lupa Al Quran di genggam yang akan selalu di baca di dalam mobil sekalipun. Dari semua kebiasaan sosok penyayang ini, beliau selalu menyempatkan kumpul bersama keluarga setiap malam jum’at.

Itulah sekelumit kebiasaan-kebiasaan luar biasa Rois Nahdatul Ulama yang patut kita jadikan contoh untuk menuju kehidupan yang telah merajalela segala kesesatan dan kemungkaran di dunia agar kita dapat menemani beliau di Firdaus sana. Beliaulah, sosok yang selalu hidup dalam sanubari dan takkan pernah terlupakan di setiap kenangan yang telah ada.

Nandae Ramma, XII A1 Malhikdua

 

About gerbangpena

GEPA (Gerbang Pena) adalah salah satu komunitas di Pon. Pes Al Hikmah 2 dengan fokus garapan pada bidang karya sastra.

One comment

  1. Rizky Nupus Permana

    Nambahin, Abah juga sering keliling pondok ba’da shalat tahajjud untuk mengontrol santri-santrinya,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *